Sudaryono Minta Pemda Sidak SPPG saat Dini Hari, Cek Kebersihan hingga SOP
Kepala BGN Sudaryono meminta pemda sidak SPPG pada jam 2-3 pagi untuk memastikan kebersihan, disiplin, dan keamanan MBG.
aksi klitih/ Instagram: @Magelang_raya
Harianjogja.com, SEMARANG—Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mempertimbangkan untuk mengirim remaja-remaja yang terlibat dalam aksi kreak atau gangster ke dalam barak militer, seperti yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
"Saya tidak detail mempelajari apa yang dilakukan di Jawa Barat ya, saya hanya membacanya dari media dan itu menurut saya bukan hal yang bisa diikuti secara langsung begitu. Saya harus pelajari dulu," kata Agustina di Semarang, Senin, menanggapi kembali maraknya aksi kreak atau kenakalan remaja, seperti melakukan tawuran atau aksi ugal-ugalan di jalanan yang meresahkan masyarakat.
Istilah kreak sering digunakan di Semarang untuk menyebut kelompok remaja pelaku aksi tawuran atau ugal-ugalan di jalanan yang merupakan singkatan dari kere mayak, yakni secara harfiah berarti "orang miskin yang suka mengganggu".
Dia berencana mengirimkan tim ke Jabar untuk melihat implementasi dari gagasan yang belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial karena dinilai sebagai pendekatan berbeda dalam menangani kenakalan remaja.
"Nanti akan kami kirim teman-teman untuk bisa belajar Jawa Barat apa yang dilakukan. Kalau misalnya itu tepat di Kota Semarang yang kita lakukan, apakah SDM-nya memenuhi, anggarannya memenuhi, situasinya memenuhi? Itu yang akan kami lakukan," katanya.
Artinya, Pemerintah Kota Semarang perlu mempelajari terlebih dulu konsep pendekatan tersebut seperti apa, termasuk implementasinya di lapangan kaitannya dengan anggaran dan banyak aspek.
"Tidak kemudian semata-mata mengatakan bahwa saya akan ikut (kirim ke barak militer, red). Idenya sih bagus, hanya detailnya bagaimana," katanya.
Yang jelas, Agustina mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan kepolisian yang telah melakukan tugas ekstra untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurut dia, peran orang tua, keluarga, dan lingkungan, seperti rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) juga sangat penting dalam mengawasi pergaulan remaja agar tidak berkembang ke arah negatif, seperti kreak.
"Kreak ini memang meresahkan, tetapi ini adalah akibat dari sebuah situasi sedang kami deteksi dan akan kami lakukan langkah-langkah khusus," katanya.
Ke depan, kata dia, Pemkot Semarang berencana membuat berbagai macam kegiatan yang akan mengalihkan dan mengarahkan energi remaja kepada kegiatan yang bersifat positif, seperti eksibisi atau pertandingan olahraga.
"Kemarin sudah ngobrol sama pak kepala dinas, apa yang bisa dimaksimalkan di anggaran sebelum (APBD) perubahan yang bisa digunakan membuat eksibisi, pertandingan persahabatan, atau apa pun yang diminati anak-anak yang sekarang ini lebih suka bergabung dengan kreak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kepala BGN Sudaryono meminta pemda sidak SPPG pada jam 2-3 pagi untuk memastikan kebersihan, disiplin, dan keamanan MBG.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia ke lima tujuan. Simak jam keberangkatan dan informasi tarif DAMRI dari YIA.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal lengkap dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.