Tak Hanya Menikah Gratis, 62 Pasangan di Jateng Langsung Bawa Pulang Modal Usaha
Sebanyak 62 pasangan di Jawa Tengah mengikuti program Mantu Santri di MAJT Semarang. Selain menikah gratis, mereka mendapat modal usaha dan paket bulan madu.
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, menyambut hangat kedatangan Kontingen Jawa Tengah yang telah berjuang pada PON XXI/2024 Aceh-Sumatra Utara (Sumut) di Bandara Ahmad Yani Kota Semarang, Sabtu, (21/9/2024).ist
SEMARANG—Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, menyambut hangat kedatangan Kontingen Jawa Tengah yang telah berjuang pada PON XXI/2024 Aceh-Sumatra Utara (Sumut) di Bandara Ahmad Yani Kota Semarang, Sabtu, (21/9/2024).
Ia berterima kasih kepada para patriot olahraga yang membawa Jateng bertengger di peringkat kelima klasemen akhir.
Dikatakan Nana, penyambutan kepulangan Kontingen Jateng itu hanya seremonial. Sebab, masih ada atlet, pelatih, dan ofisial yang masih berada di Aceh dan Sumut. Ia menjadwalkan akan segara mengundang seluruh patriot olahraga Jateng itu untuk menyerahkan penghargaan atas prestasi yang diraih.
"Selamat dan terima kasih untuk para patriot, pejuang, dan pahlawan olahraga Jateng, karena telah mengangkat nama baik Jateng pada PON XXI Aceh-Sumut," kata Nana.
Ia mengaku, terus mengikuti perkembangan perjuangan kontingen Jateng sejak awal hingga akhir. Bahkan dua hari sebelum pembukaan resmi, Nana Sudjana berada di Aceh untuk menyemangati dan membakar motivasi para atlet. Ia juga meminta seluruh masyarakat Jateng untuk mendoakan perjuangan para atlet.
"Perjuangan ini tidak mudah, perlu talenta, profesionalitas, kesabaran, dan keuletan untuk memberikan hasil optimal,” ucapnya.
Sebab, perjuangan kontingen Jateng untuk bertengger di posisi kelima klasemen akhir perolehan medali melewati banyak rintangan. Pada awal penyelenggaraan, Jateng sempat berada di posisi 21 dari 38 provinsi. Medali emas Jateng baru diperoleh sehari setelah pembukaan.
Perlahan dan pasti, kran medali emas Jateng terus mengalir. Peringkat di klasemen terus merangkak naik sampai akhirnya masuk 10 besar dan terus merangsak ke peringkat 6. Pada posisi 6 ini Jateng sempat tertahan di bawah dua tuan rumah, Sumut dan Aceh.
"H-1 sebelum penutupan, baru kita bisa menggeser tuan rumah (Aceh). Akhirnya kita bercokol di posisi kelima dengan perolehan 71 emas, 74 perak, dan 115 perunggu (total 260 medali)," jelas Nana.
Seluruh medali yang dikumpulkan itu disumbangkan oleh 260 nomor dari 60 cabang olahraga (cabor) yang diikuti oleh Kontingen Jateng. Secara rinci, ada 34 cabor yang meraih medali emas, 12 cabor meraih perak, dan 14 cabor meraih perunggu. Dari capaian itu, setidaknya ada enam cabor yang menjadi juara umum, sedangkan tiga cabor tanpa medali satupun.
"Ini membanggakan karena dari sekian banyak medali yang didapatkan hampir separuh diperoleh atlet yang baru ikut PON," ujar Nana.
Nana berharap pada gelaran PON berikutnya Jawa Tengah dapat masuk tiga besar atau bahkan menjadi juara umum. Potensi tersebut ada jika melihat perolehan medali pada PON Aceh-Sumut ini. Maka dibutuhkan sinergi dari seluruh elemen masyarakat dan Forkopimda.
Pemprov Jateng secara tegas akan memberikan dukungan penuh untuk pembinaan atlet dan olahraga di Jawa Tengah. Dukungan itu sudah dimulai tahun ini dengan memberikan bantuan peralatan kepada masing-masing klub atau cabor.
"Kita dukung sepenuhnya. Sementara baru 21 cabor, tahun 2025 nanti akan ditambahkan. Tahun ini kita juga gelar Specta sebagai ajang promosi pariwisata, mencari bibit-bibit atlet potensial, dan menambah pengalaman bertanding," tegasnya.
Salah satu atlet cabor bulutangkis asal kontingen Jateng, Aura Ihza Aulia mengaku senang dan bangga mampu menyumbang emas bagi Jawa Tengah. Menurutnya, motivasi dan semangat yang diberikan menjadi kekuatan untuk berjuang sampai akhir pada setiap pertandingan.
Hal senada disampaikan oleh Firman Muharram Syach. Atlet Kick Boxing Jateng itu mengatakan, motivasi tertingginya adalah keluarga serta dukungan dari semua pihak. Medali emas yang disumbangkan untuk Jateng merupakan hasil kerja keras seluruh tim.
Sementara itu, Ketua KONI Jateng, Bona Ventura mengatakan, capaian kontingen jateng ini dikarenakan adanya kekompakan, kesolidan, dan fokus selama masa persiapan hingga pertandingan. Hal tersebut ditambah lagi, dengan support langsung dari Pj Gubernur Nana Sudjana yang turun ke bawah untuk memotivasi atlet di Aceh. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 62 pasangan di Jawa Tengah mengikuti program Mantu Santri di MAJT Semarang. Selain menikah gratis, mereka mendapat modal usaha dan paket bulan madu.
KPK menyita uang tunai ratusan juta rupiah dan dokumen saat menggeledah Kantor BPK Jawa Tengah terkait dugaan suap audit di Klaten.
Veda Ega Pratama bersiap menghadapi Moto3 Australia 2026. Modal finis keenam di Mandalika, ia harus beradaptasi dengan Phillip Island.
Pegadaian meraih dua penghargaan di Asian Innovation Excellence Awards 2026 di Singapura untuk inovasi teknologi dan pengalaman nasabah melalui transformasi
Practice MotoGP Australia di Phillip Island disebut dihentikan dua kali, setelah insiden Bezzecchi dan kemunculan walabi di lintasan.
Diperkirakan 45.000 warga etnis Korea memeluk Islam. Simak alasan spiritual, nilai kehidupan, dan peran komunitas Muslim di Korea Selatan.