Pemerintah Antisipasi Penularan Mpox Lewat Wisatawan Mancanegara

Newswire
Newswire Senin, 02 September 2024 23:27 WIB
Pemerintah Antisipasi Penularan Mpox Lewat Wisatawan Mancanegara

Ilustrasi penyakit - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengungkapkan, Pemerintah Indonesia telah melakukan beberapa upaya dalam memastikan pelaku wisata asal luar negeri terbebas dari cacar monyet atau Mpox.

Guna mencegah penularan Mpox di Indonesia, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya mengungkapkan bahwa Pemerintah Indonesia telah turun tangan dalam mengurangi penularan penyakit ini, hal ini dibuktikan dengan adanya pemeriksaan di bandara dan pelabuhan internasional.

BACA JUGA : Cegah Monkey Pox, Pemkot Perkuat Kewaspadaan di Semua Fasilitas Kesehatan

“Kementerian Kesehatan menemukan beberapa kasus di Indonesia dan penemuan ini direspons oleh pemerintah dengan memperkuat pemeriksaan di pintu masuk negara termasuk di bandar udara,” ujar Nia dalam jumpa pers mingguan yang digelar secara hibrid, di Jakarta, Senin.

Pihaknya juga menggandeng Inbound Tour Operator Association (IINTOA) dalam memastikan perjalanan wisatawan asing ke Indonesia masih berjalan lancar usai penemuan kasus cacar monyet (Mpox) di Indonesia.

Co Founder IINTOA Paul Edmundus Tallo mengatakan, hingga kini pihaknya belum mendapatkan laporan soal pembatalan perjalanan wisata ke Indonesia.

“Sampai saat ini belum ada pembatalan, tapi sudah ada satu perusahaan yang menanyakan (soal kasus Mpox di Indonesia,” katanya.

Direktur Surveillans dan Kekarantinaan Kesehatan Kemenkes Achmad Farchany Tri Adryanto mengungkapkan, usai Badan Kesehatan Dunia atau WHO menetapkan Mpox sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) Mpox, Pemerintah Indonesia telah memperketat penyebaran Mpox melalui pemasangan thermal scanner di bandara dan pelabuhan internasional serta penambahan pengawasan secara visual oleh petugas.

“Kemarin kita tambah pengawasan dengan menerapkan satu sistem deklarasi kesehatan SatuSehat Health Pass (SSHP) dan ini bukan aplikasi ini berbasis web,” ujar Achmad.

Ia menambahkan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk lintas K/L untuk dapat membantu menyosialisasikan penggunaan website sshp.kemkes.go.id yang telah memiliki fasilitas lima bahasa, yakni bahasa Indonesia Inggris, Prancis, Mandarin dan Hokian.

Dia berharap pelaku perjalanan wisata dari luar negeri dapat mengisi website tersebut daat memasuki Indonesia dari pintu kedatangan bandara internasional maupun pelabuhan

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online