Harga HP Melonjak dan Penjualan Anjlok di Tengah Krisis Memori
Krisis chip AI membuat harga smartphone naik tajam 2026 dan pengiriman global diprediksi turun hingga 15 persen.
Ilustrasi Ebola/Ist-express.co.uk
Harianjogja.com, JOGJA— Republik Demokratik Democratic Republic of the Congo melaporkan jumlah kasus Ebola yang terkonfirmasi telah menembus lebih dari 1.000 kasus setelah munculnya infeksi baru di tengah upaya pengendalian wabah yang masih berlangsung.
Kementerian Kesehatan setempat menyebutkan total kasus terkonfirmasi kini mencapai 1.003 sejak wabah diumumkan pada 15 Mei. Dari jumlah tersebut, 254 orang dilaporkan meninggal dunia, sehingga tingkat kematian mencapai 25,3 persen.
“Meski terjadi peningkatan, tim tanggap darurat terus melakukan investigasi aktif, pengawasan epidemiologi, dan tindakan pencegahan di daerah yang terdampak,” demikian pernyataan kementerian kesehatan dikutip dari Anadolu.
Penanganan di tiga provinsi terdampak
Menteri Kesehatan Roger Kamba mengatakan penanganan wabah terus difokuskan di tiga wilayah utama, yakni provinsi Ituri, North Kivu, dan South Kivu.
Meski situasi masih kritis, pemerintah mencatat adanya perkembangan positif berupa meningkatnya jumlah pasien sembuh serta perbaikan dalam sistem pemantauan kontak. Hingga kini, sedikitnya 100 pasien telah dinyatakan sembuh, sementara 365 lainnya masih menjalani isolasi atau perawatan intensif di fasilitas kesehatan.
Peringatan risiko wabah lebih besar
Pekan lalu, Africa Centres for Disease Control and Prevention (Africa CDC) memperingatkan bahwa jika penularan tidak segera dikendalikan, wabah ini berpotensi lebih buruk dibanding epidemi Ebola di Afrika Barat pada 2014–2016 yang menewaskan lebih dari 11.000 orang di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.
Peringatan tersebut menyoroti pentingnya percepatan respons kesehatan masyarakat di lapangan, terutama dalam pelacakan kontak dan pencegahan penularan lebih luas.
Asal virus dan temuan ilmiah terbaru
Sementara itu, para ilmuwan dari Uganda National Health Laboratory and Diagnostic Services dan Institut National de Recherche Biomédicale melaporkan bahwa galur Ebola yang saat ini beredar, yaitu Ebola Bundibugyo, diduga berasal dari penularan baru dari satwa liar.
Temuan ini menepis dugaan bahwa wabah tersebut merupakan sisa dari penularan lama yang tidak terdeteksi. Sebaliknya, virus dinilai muncul kembali dari reservoir hewan liar, yang menunjukkan risiko berulangnya wabah di kawasan tersebut masih sangat tinggi.
Upaya pengendalian terus diperkuat
Pemerintah DRC menegaskan bahwa strategi komunikasi publik, diagnosis cepat, serta peningkatan kapasitas penanganan kasus terus diperkuat untuk menekan laju penyebaran.
Namun, tantangan di lapangan masih besar, terutama di wilayah konflik dan daerah terpencil yang sulit dijangkau tenaga kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Krisis chip AI membuat harga smartphone naik tajam 2026 dan pengiriman global diprediksi turun hingga 15 persen.
KSPSI sebut pabrik keramik Bekasi terancam tutup imbas harga gas industri naik, buruh khawatir PHK massal.
Konvoi pesilat berknalpot brong di Boyolali yang viral dekat RS PKU Aisyiyah menuai sorotan. DPRD mendesak penindakan tegas.
Polisi menyita 8,6 liter etomidate senilai Rp97,8 miliar di Bandara Soetta. Kenali fungsi medis dan bahaya etomidate yang disalahgunakan dalam vape.
Bus rombongan pendaki Gunung Lawu mengalami kecelakaan di Ngargoyoso, Karanganyar. Polisi menduga rem bermasalah saat melintas jalur menurun.
Seorang Peserta JKN PBPU BP Pemda, Rilani Mardiwiyono (63), merasakan langsung dari manfaat Program JKN. Meski kepesertaan JKN Rilani sempat berhenti