Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Ilustrasi Whatsapp - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Beredar kabar Israel menggunakan kecerdasan buatan (AI) kontroversial bernama Lavender dan mengaitkannya dengan Whastapp untuk mengunduh data yang digunakan sebagai acuan menargetkan rumah warga sipil Palestina di Gaza untuk diserang.
Berdasarkan laporan Arab News, Rabu (24/42024) diketahui bahwa jurnalis Yuval Abraham mengungkapkan penggunaan sistem AI oleh tentara Israel yang mampu mengidentifikasi target yang terkait dengan Hamas.
Pengungkapan ini yang didukung oleh enam petugas intelijen Israel yang terlibat dalam proyek tersebut, telah memicu kemarahan internasional karena menyatakan bahwa Lavender telah digunakan oleh militer untuk menargetkan dan melenyapkan seseorang yang dianggap sebagai tersangka dan sering kali mengakibatkan korban sipil.
BACA JUGA: Pembangunan TPS Sementara Gadingsari di Bantul Jalan Terus, Lahan Masih Dibersihkan
Adapun, insinyur perangkat lunak dan aktivis Paul Biggar juga menyoroti ketergantungan Lavender pada WhatsApp. Dia menunjukan bahwa keanggotaan dalam group WhatsApp yang berisi tersangka militan dapat mempengaruhi proses identifikasi Lavender.
“Detail yang sedikit dibahas dalam artikel Lavender AI adalah bahwa Israel membunuh orang karena berada di grup WhatsApp yang sama dengan tersangka militan,” jelasnya, di mana pengguna sering kali berada dalam kelompok dengan orang asing atau saling berkenalan.
Selain itu, dia juga mengatakan bahwa perusahaan induk WhatsApp yakni Meta mungkin terlibat baik secara sadar ataupun tidak sadar dalam operasi tersebut.
Dia menuduh Meta berpotensi melanggar hukum humaniter internasional dan komitmennya terhadap hak asasi manusia, sehingga menimbulkan pernyataan tentang klaim privasi dan enkripsi layanan pesan WhatsApp.
Pengungkapan ini terbaru dari upaya Meta yang dianggap sebagai usaha untuk membungkam suara pro-palestina. Sejak sebelum konflik dimulai, Meta telah menghadapi tuduhan memiliki standar ganda yang menguntungkan Israel.
Pada laporan Februari 2024, diketahui bahwa Guardian melaporkan bahwa Meta sedang mempertimbangkan untuk memperluas kebijakan ujaran kebencian ke istilah “Zionis”.
Baru-baru ini, Meta diam-diam juga memperkenalkan fitur baru di Instagram yang secara otomatis membatasi paparan pengguna terhadap konten yang dianggapnya politis. Keputusan ini dikritik oleh para ahli sebagai cara untuk menyensor konten pro-Palestina secara sistematis.
Juru bicara WhatsApp juga mengatakan bahwa perusahaan tidak dapat memverifikasi keakuratan laporan tersebut.
“WhatsApp tidak memiliki pintu belakang dan tidak memberikan informasi massal kepada pemerintah mana pun,” terangnya. (Sumber: Bisnis.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Cek jadwal lengkap KRL Solo-Jogja Jumat 2 Oktober 2026 dari Palur menuju Jogja, termasuk jam keberangkatan di tiap stasiun.
Cek jadwal SIM Kulonprogo Oktober 2026 di Satpas, MPP, SIMENOR, dan SIM Keliling lengkap dengan syarat perpanjangan SIM.
Cek jadwal KA Bandara YIA Jumat 2 Oktober 2026. Ada 24 perjalanan YIA-Stasiun Tugu dan sebaliknya, mulai pukul 04.20 WIB.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini, Jumat (2/10/2026), tersedia bagi penumpang yang baru tiba di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA)
Cek jadwal SIM Sleman Oktober 2026 di Satpas, MPP, SIM Keliling Malam, dan SIMMADE lengkap dengan syarat perpanjangan.