Mengantisipasi Banjir, Pj Gubernur Jateng Ingin Merekayasa Cuaca

Newswire
Newswire Jum'at, 15 Maret 2024 21:17 WIB
Mengantisipasi Banjir, Pj Gubernur Jateng Ingin Merekayasa Cuaca

Pengendara mobil berusaha menembus banjir yang merendam di kawasan Jalan Raya Arteri Soekarno-Hatta, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/3/2024). - Antara/Makna Zaezar

Harianjogja.com, SEMARANG—Untuk mengurangi curah hujan di wilayah Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang yang dilanda banjir, Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengatakan kemungkinan dilakukan rekayasa cuaca.

"Rekayasa cuaca supaya intensitas hujan di Jawa Tengah, khususnya Semarang ada pengalihan," kata Nana di Semarang, Jumat (15/4/2024).

Menurut dia, cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi hingga sepekan ke depan. Oleh karena itu, kata dia, pemerintah daerah akan berkoordinasi bersama BNPB dan BMKG untuk membahas kebutuhan akibat bencana di Jawa Tengah.

Selain faktor cuaca, lanjut dia, penurunan muka tanah juga menjadi salah satu pemicu bencana banjir di Ibu Kota Jawa Tengah ini. "Saya dapat info ada penurunan muka tanah. Ini yang harus kita waspadai," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, perlu dilakukan pengaturan penggunaan air tanah. "Sudah ada aturannya dan diterapkan," katanya.

Kondisi banjir di Kota Semarang, menurut dia, sudah mulai surut di sejumlah wilayah, meski masih terdapat beberapa titik yang berdampak terhadap jalur KA menuju wilayah timur. "Intensitas hujan tinggi. Akumulasinya kemarin, ditambah dengan adanya rob dan penurunan muka tanah," katanya.

BACA JUGA: BREAKING NEWS: 2 Hari Dicari, Salah Satu ABK yang Hilang Ditelan Ombak Ketemu di Area Tambak

Banjir melanda wilayah Kota Semarang pada Rabu (13/3) hingga Kamis (14/3) akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

158 Ribu Orang Terkena Imbas

Sebanyak 158.000 orang yang tersebar di 30 kelurahan dari enam kecamatan di Kota Semarang, Jawa Tengah terkena imbas banjir yang melanda sejak Rabu (13/3/2024).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang , Jawa Tengah

Kepala BPBD Kota Semarang Endro Martanto di Semarang, mengatakan korban terdampak banjir pada awalnya tersebar di 30 kelurahan di enam kecamatan. "Banjir sudah mulai surut, tersisa 17 kelurahan yang masih terendam," katanya, Jumat (15/3/2024).

Menurut dia, petugas gabungan masih berfokus pada evakuasi dan penyaluran logistik untuk warga terdampak. "Kami utamakan distribusi makanan siap saji," katanya.

Ia menyebut kendala utama dalam pendistribusian logistik, yakni hanya bisa menggunakan perahu. Ia mengungkapkan kondisi terparah akibat banjir berada di wilayah Kelurahan Trimulyo.

Menurut dia, ketinggian air tertinggi di Kelurahan Trimulyo mencapai di atas satu meter. Banjir akibat hujan deras sejak Rabu (13/3) hingga Kamis (14/3) menggenangi Kota Semarang.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online