Pelaku Penyerangan Pemimpin Partai Oposisi Korsel Mengaku Motif Melakukan Aksi Tersebut

Newswire
Newswire Rabu, 10 Januari 2024 23:17 WIB
Pelaku Penyerangan Pemimpin Partai Oposisi Korsel Mengaku Motif Melakukan Aksi Tersebut

\r\nLee Jae-myung, pemimpin oposisi dari Partai Demokrasi berbaring setelah diserang seorang pria dan melukai lehernya di sebuah konstruksi bandara di Pulau Gadeok, sisi tenggara Busan, Korea Selatan, Selasa (2/1/2024). Newsis via AP-Ha Kyung Min\r\n

Harianjogja.com, ISTANBUL—Seorang pria yang menyerang pemimpin oposisi utama Korea Selatan melakukan hal tersebut untuk mencegah sang politisi menjadi presiden.

Ketua Partai Demokrat Lee Jae Myung selamat setelah ditikam di lehernya di kota pelabuhan Busan bagian selatan saat sedang berbicara dengan wartawan pada Selasa (2/1/2024). Kantor Berita Yonhap melaporkan tersangka pria berusia 67 tahun, Kim, sedang diselidiki atas tuduhan percobaan pembunuhan.

“Tersangka mengatakan dia ingin membunuh korban untuk mencegah dia menjadi presiden dan mengambil mayoritas kursi dalam pemilihan umum mendatang,” kata Kepala Badan Kepolisian Metropolitan Busan, Woo Chul-moon, Rabu (10/1/2024).

Baca Juga

Diserang Menggunakan Pisau, Leher Pemimpin Partai Demokrat di Korea Selatan Mengalami Luka

Militer Korea Selatan Mendeteksi Penembakan Rudal Balistik oleh Korea Utara

Korut Siapkan Pasukannya Hadapi Amerika Serikat

Korea Selatan dijadwalkan mengadakan pemilu legislatif pada April mendatang, sementara pemilihan presiden baru akan digelar pada 2027.

Penyerang juga mengatakan dia marah kepada Lee karena sang politisi itu tidak dihukum dengan adil di tengah persidangannya yang ditunda. "Kim melakukan kejahatan ekstrem karena keyakinan politiknya yang subjektif," kata seorang pejabat kepolisian.

Saat dipindahkan ke kantor kejaksaan, Kim mengatakan kepada wartawan bahwa "Saya telah menimbulkan kekhawatiran. Saya minta maaf."

Polisi mengatakan sebelum serangan itu terjadi, Kim telah menyiapkan catatan yang menyatakan persidangan Lee tertunda karena kekuatan peradilan yang pro-Korea Utara. Ia juga menyatakan tengah berusaha mencegah sang politisi menjadi presiden dan mencegah agar negaranya tidak jatuh ke tangan kekuatan sayap kiri. Polisi Korea Selatan memutuskan untuk tidak mengungkapkan afiliasi partai politik Kim.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online