Diserang Menggunakan Pisau, Leher Pemimpin Partai Demokrat di Korea Selatan Mengalami Luka

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Selasa, 02 Januari 2024 18:07 WIB
Diserang Menggunakan Pisau, Leher Pemimpin Partai Demokrat di Korea Selatan Mengalami Luka

\r\nLee Jae-myung, pemimpin oposisi dari Partai Demokrasi berbaring setelah diserang seorang pria dan melukai lehernya di sebuah konstruksi bandara di Pulau Gadeok, sisi tenggara Busan, Korea Selatan, Selasa (2/1/2024). Newsis via AP-Ha Kyung Min\r\n

Harianjogja.com, JOGJA—Pemimpin oposisi Korea Selatan dari Partai Demokrat, Lee Jae-myung mengalami penusukan di bagian leher, di Busan, Korea Selatan, Selasa (2/1/2024). Bagian leher Lee terluka tetapi tidak membahayakan nyawa. Guna mendapatkan perawatan yang lebih lanjut, Lee segera dibawa ke Seoul.

Dikutip dari Yonhap News Agency, Lee pemimpin oposisi dari Partai Demokrat mengalami penusukan di bagian leher sisi kiri oleh seorang pria berusia 60 tahun. Pelaku semula hanya meminta tanda tangan pada pukul 10.27 waktu setempat tetapi berakhir pada penusukan. Peristiwa ini terjadi di konstruksi bandara baru di Pulau Gadeok, Busan.

Lee segera dibawa ke Rumah Sakit Universitas Nasional Pusan dengan keadaan sadar dan mendapat pertolongan pertama untuk luka satu sentimeter di bagian lehernya. Tak berapa lama, Lee dibawa ke Rumah Sakit Seoul National University menggunakan helilkopter untuk operasi.

Lee dibawa ke Seoul karena ada berpotensi mengalami pendarahan di bagian pembuluh darah jugular. "Beruntung luka ada di sekitar pembuluh jugular," kata seorang petugas rumah sakit yang tak berkenan menyebutkan namanya. Jika penusukan terjadi  di arteri karotis, situasi akan berbeda.

Saksi mata yang ada di sekitar lokasi mengatakan pelaku mendekati politisi dan ingin mendapatkan tanda tangan sembari menembus keramaian para penggemar Lee maupun wartawan. Begitu berhasil mendekat, pria tersebut menyerang Lee.

Kini, pelaku telah ditangkap polisi. Diketahui pelaku tersebut bernama Kim dan lahir tahun 1957. Dia menggunakan pisau sepanjang 18 cm yang dibeli secara daring.

Kantor Polisi Metropolitan Busan kemudian menangkap Kim dengan dugaan percobaan pembunuhan. Pasalnya, Kim mengaku ingin membunuh Lee.

"Kami sedang melakukan investigasi untuk mengetahui motif utama pelaku," ujar perwakilan dari kepolisian Soh Je Han saat jumpa pers.

Polisi juga tengah menyelidiki apakah Kim ini termasuk salah satu anggota partai politik. Pelaku diketahui juga berada di sebuah acara di Busan saat Lee hadir di tempat tersebut sebulan lalu.

Dari sebuah unggahan video di YouTube diketahui pelaku menunggu Lee di tengah keramaian tetapi gagal untuk melakukan kontak. Pelaku sama-sama membawa sebuah kertas bertuliskan,"Saya adalah Lee Jae Myung," seperti yang dilakukan hari ini.

Presiden Korea Selatan, Yoon Uk Yeol menyampaikan kepeduliannya untuk keamanan Lee. Juru bicara presiden mengatakan Yoon juga meminta polisi dan pihak terkait untuk mengungkap fakta sebenarnya dan meminta Lee secepatnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Yoon juga menegaskan kekerasan seperti itu tidak dapat ditoleransi.

Partai Demokat mengatakan penyerangan pada pemimpin dapat dikategorikan sebagai teror dan mengancam demokrasi di negara tersebut. "Seharusnya hal seperti ini tidak pernah terjadi," kata juru bicara Partai Demokrat, Kwon Chil Seoung kepada reporter di rumah sakit.

Kepolisian pun saat ini tengah melakukan penyelidikan spesial dengan mengerahkan tim di Busan untuk segera mengungkap kasus penyerangan di Busan. "Perlindungan keamanan akan diperkuat agar tidak terjadi lagi peristiwa serupa," kata Komisaris Umum Kantor Polisi Nasional, Yoon Hee Keun dalam rilisnya. Kejaksaan juga sedang menyelikidi kasus penyerangan ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online