IKN Disiapkan Jadi Model Rehabilitasi Mangrove untuk Empat Provinsi
IKN akan menjadi percontohan rehabilitasi mangrove melalui Program M4CR dengan target penanaman 1.100 hektare hingga 2027.
Bakal calon presiden dan wakil presiden Anies Baswedan (kiri) dan Muhaimin Iskandar (kanan) bersiap menjalani pemeriksaan kesehatan disaksikan Ketua KPU Hasyim Asy\'ari (kanan) di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Sabtu (21/10/2023). Antara/Akbar Nugroho Gumay
Harianjogja.com, SOLO—Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut satu, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar hadir dalam Dialog Terbuka Muhammadiyah Bersama Calon Pemimpin Bangsa di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Solo, Jawa Tengah, Rabu (22/11/2023).
Dalam kesempatan tersebut Anies Baswedan menginginkan adanya kesetaraan untuk Indonesia sehingga persatuan dapat tercipta di dalam negeri. "Negara ini didirikan untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, itulah intisari mengapa kita merdeka. Itu yang menjadi prinsip kami, saya dan Gus Muhaimin [cawapres Muhaimin Iskandar, Red.] berangkat dengan niat dan tujuan bahwa pikiran kita untuk melakukan perubahan bukan sekadar mengubah tetapi juga ingin Indonesia yang lebih adil dan setara," katanya
Ia mengatakan setara dan prinsip keadilan tersebut akan lebih diterjemahkan dalam berbagai macam kebijakan pemerintah. Menurut dia, saat ini yang masih menjadi pekerjaan rumah Bangsa Indonesia adalah kemakmuran masyarakat.
"Satu kemakmuran di seluruh Indonesia, PR kita di situ. Bagaimana seluruh wilayah punya kesetaraan kemakmuran, kalau ketimpangan terus-menerus maka menjaga persatuan sangat sulit," katanya.
Menurut dia, saat ini ketimpangan yang terjadi di dalam negeri masih terlihat. Salah satunya dari sisi indeks pembangunan manusia (IPM) antardaerah yang pertumbuhannya tidak seimbang.
"Indeks pembangunan manusia Jawa dan Sumatera pada tahun 2013 skornya 69. Sedangkan di Kalimantan, Bali, Sulawesi, Maluku skornya 69 pada tahun 2022. Jadi ketinggalan satu dekade," katanya.
Oleh karena itu, nantinya pihaknya ingin meniadakan ketimpangan tersebut. "Kami ingin menggapai Indonesia yang utuh, bukan menekan dan memberikan rasa takut. Persatuan yang sesungguhnya ditopang dengan rasa keadilan. Maka kami usahakan ke arah sana, kesetaraan di semua aspek," katanya.
BACA JUGA: Anies-Muhaimin Siap Hadiri Uji Publik Bersama PP Muhammadiyah
Selain itu, ia melihat perlunya mengubah kebijakan dengan menyisipkan unsur keadilan. "Kenapa ini mendasar, sebagai contoh di bidang kesehatan apakah sudah ada kesetaraan akses, baik promotif, kuratif, preventif. Begitu juga dengan aspek pembangunan ekonomi, banyak berorientasi pada pertumbuhan, bukan pada pemerataan," katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti pertumbuhan ekonomi, di mana ekonomi Indonesia tumbuh yang artinya kue membesar. Meski demikian, dikatakannya, yang masih menjadi masalah adalah potongan kue tidak merata.
"Oleh karena itu, kami ingin melakukan perubahan, kue membesar dan potongan merata. Itu artinya pemerataan, jadi pendekatan harus berubah dengan pemerataan dan keberlanjutan," katanya.
Sementara itu, pada kesempatan tersebut Anies Baswedan datang bersama dengan Muhaimin Iskandar. Keduanya menjawab beberapa pertanyaan dari sejumlah panelis dari berbagai bidang, salah satunya terkait isu pendidikan yang dilontarkan Rektor UMS Sofyan Anif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
IKN akan menjadi percontohan rehabilitasi mangrove melalui Program M4CR dengan target penanaman 1.100 hektare hingga 2027.
Sekolah Rakyat MA 20 Sleman memastikan PWA masih berstatus siswa dan membantah kabar kabur maupun putus sekolah usai kasus celurit.
Krisis migran di perbatasan Spanyol-Maroko menewaskan 67 orang. Gelombang penyeberangan massal diduga dipicu faktor politik dan diplomatik.
Petani di Kapanewon Semin mulai panen tembakau Grompol. Harga daun basah Rp4.500 per kilogram dan tetap dinilai menguntungkan.
Satu bayi kasus penitipan di Pakem masih dirawat BRSPA Dinsos DIY setelah orang tua biologis meminta perpanjangan masa penitipan.
Program Sapa Bantul kembali disalurkan kepada 1.000 KPM melalui warung pangan warga dengan paket sembako bergizi senilai Rp200.000.