Mahasiswa FKH Unair Ditemukan Tewas di Mobil, Kepala Terbungkus Plastik dan Ditemukan Sepucuk Surat

Newswire
Newswire Minggu, 05 November 2023 22:27 WIB
Mahasiswa FKH Unair Ditemukan Tewas di Mobil, Kepala Terbungkus Plastik dan Ditemukan Sepucuk Surat

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya ditemukan tewas dalam mobil di halaman apartemen Jalan H. Anwar Hamzah, Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (5/11/2023). /Antara.

Harianjogja.com, SURABAYA—Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya ditemukan tewas dalam mobil di halaman apartemen Jalan H. Anwar Hamzah, Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (5/11/2023).

Kanit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Waru Ajun Komisaris Polisi Ahmad Yani mengatakan mahasiswa yang ditemukan tak bernyawa tersebut berinisial CA asal Kediri dan berusia 21 tahun.

Dari dalam mobil bernopol AG 1484 BY, tempat CA ditemukan tewas, polisi menemukan sejumlah barang pribadi milik korban berupa telepon genggam dan kartu identitas diri.

BACA JUGA : Diduga Sakit Mendadak, Mahasiswi PTS di Sleman Meninggal Dunia di Kamar Indekos

Selain itu, terdapat benda berupa tabung helium beserta selang mengarah ke kantong plastik yang membungkus kepala korban serta sepucuk surat wasiat berbahasa Inggris. "Ada handphone, dompet korban, dan tabung helium. Suratnya berbahasa Inggris," ujar Ahmad Yani.

Ia menyebut surat berbahasa Inggris itu ditujukan kepada orang tua, sahabat dan orang dekat korban. Namun, Yani enggan mengungkapkan isi surat tersebut lantaran masih diselidiki. "Bahasa Inggris pokoknya, masih bingung ini," ucapnya.

Hingga kini polisi belum memastikan penyebab kematian CA karena autopsi jenazah korban masih berlangsung. "Menunggu autopsi dulu, belum tahu penyebab meninggalnya korban," ujarnya.

Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Unair Profesor Murni Lamid ketika dikonfirmasi terpisah mengaku terkejut dengan kabar duka yang terjadi pada mahasiswanya tersebut.

Murni mengatakan bahwa CA saat ini sedang menjalani program pendidikan dokter hewan, yaitu program co-asistensi dan sekarang akan memasuki pada divisi.

"Saya cukup kaget dan deg-degan ini tadi. Saya nangis dari tadi itu karena ini berita yang mendadak dan kami merasa dengan adanya berita ini kami sangat terpukul sekali," ujarnya.

Menurut Murni, korban CA dikenal memiliki kepribadian yang baik dan mempunyai banyak teman serta sahabat. CA juga berada di kelompok 41, yang pada Senin (6/11) akan menjalani program co-asistensi di divisi parasitologi.

BACA JUGA : Kronologi Mahasiswa UMY Loncat dari Lantai 4 Asrama hingga Meninggal Dunia

"Saya dapat berita dari keluarganya bukan dari polisi. Katanya di rumah sakit [kamar jenazah] itu tidak ada siapa-siapanya, cuma dua orang tante dan om, kemudian satu dosen dari kampus, sedangkan yang lainnya tidak ada," katanya.

Rencananya, jenazah CA dipulangkan ke kampung halamannya di Kediri untuk dimakamkan setelah autopsi rampung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online