BNI Gandeng Ratusan Pengembang di Danantara Housing Expo, Hadirkan Hunian Premium
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Syahrul Yasin Limpo./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada Jumat (13/10/2023) lalu. Penahanan SYL menyusul tersangka Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono (KS) yang telah lebih dulu ditahan pada Rabu (11/10).
Selain SYL dan KS, KPK juga menetapkan tersangka dan menahan Muhammad Hatta (MH) selaku Direktur Alat dan Mesin Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian.
“Menetapkan dan mengumumkan tersangka sebagai berikut SYL Menteri Pertanian periode 2019-2024, KS Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, dan MH Direktur Alat dan Mesin Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian," kata Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak dalam konferensi pers, Rabu (11/10/2023).
SYL disangka menerima pungutan dan setoran dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pertanian untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga inti.
Berdasarkan laman resmi Kementan, Syahrul Yasin Limpo atau disingkat SYL ini lahir di Makassar, pada 16 Maret 1955. Dia adalah Menteri Pertanian RI yang ke-28, menjabat sejak 23 Oktober 2019 di Kabinet Indonesia Maju.
SYL bersekolah di SMA Katolik Cendrawasi Makassar dan selesai pada 1973, melanjutkan pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dan lulus pada 1983
Kemudian, SYL menyelesaikan pendidikan S2 pada 2004, dan mendapati gelar doktor dari kampus yang sama di 2008. SYL berhasil menduduki jabatan Bupati Kabupaten Gowa pada 1994, yang menjabat 2 periode masa jabatan hingga 2002. Selanjutnya, SYL menjadi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan untuk mendampingi Amin Syam, periode jabatan 2003-2008.
SYL dilantik menjadi Gubernur Sulawesi Selatan ke-7 pada 2008, didampingi Agus Arifin Nu'mang yang menjabat selama dua periode pada 2008-2013. Adapun, SYL dilantik sebagai Menteri Pertanian RI Kabinet Indonesia Maju untuk periode 2019-2024.
Dia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pakar Pusat Partai NasDem.
Sementara itu, kekayaan Syahrul berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 31 Januari 2023. Dia memiliki harta Rp.20.058.042.532 atau Rp20 miliar. Perinciannya, mayoritas harta kekayaan Syahrul Yasin Limpo ada dalam aset tanah dan bangunan yang mencapai Rp11,3 miliar, yang tersebar di Kabupaten Gowa dan Kota Makassar.
Selain aset tanah dan bangunan, dia juga melaporkan harta kekayaannya dalam bentuk transportasi dengan total nilai Rp1,4 miliar, di antaranya mobil Toyota Alphard Minibus 2004, Mercedes Benz Sedan 2004, Suzuki APV Minibus 2004, Harley Davidson Sepeda Motor 1986, dan mobil Jeep Cherokee Jeep 2011.
Harta kekayaan Syahrul juga termuat dalam harta bergerak lainnya senilai Rp1,1 miliar dan dalam bentuk simpanan kas dan setara kas senilai Rp6,1 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Riparkap Sleman disiapkan menjadi acuan pengembangan pariwisata selama 20 tahun, dengan evaluasi dan penyesuaian setiap lima tahun.
BPK menyoroti ketidakjelasan status kelembagaan SKK Migas yang dinilai berdampak pada tata kelola dan ketahanan energi nasional.
DPRD Kulonprogo meminta jaringan SPAM diperluas di kawasan Menoreh karena masih ada warga yang belum terjangkau air bersih.
Pengusaha logistik menyoroti fleksibilitas outsourcing dan PKWT dalam UU Ketenagakerjaan agar sesuai karakter industri yang dinamis.
BK DPRD Bantul menyatakan belum ada laporan pelanggaran berat anggota dewan sepanjang 2024-2026. Pelanggaran masih sebatas administrasi.