Vendor Motor Listrik BGN Diduga Tak Penuhi Syarat
Kejagung mengungkap vendor pengadaan 21.801 motor listrik senilai Rp1,03 triliun dalam kasus dugaan korupsi Program MBG di Badan Gizi Nasional. Penyidik menduga
Kejagung Sita Sementara Uang Rp27 Miliar Kasus BTS. Penasihat hukum terdakwa kasus korupsi proyek BTS Kominfo, Maqdir Ismail membawa uang tunai Rp27 Miliar ke Kejaksaan Agung, Kamis (13/7/2023)./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan status hukum uang Rp27 miliar dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G Kominfo.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI, Ketut Sumedana menyampaikan pihaknya telah menyita Rp27 miliar untuk pendalaman kasus terkait dengan Windi Purnama.
"Statusnya telah disita oleh penyidik dalam perkara WP. Ini untuk kepentingan apa ke depannya? Nanti kita dalami semua di dalam proses persidangan," ujarnya di Gedung Bundar Kejagung, Senin (11/9/2023).
Ketut menambahkan, penyitaan itu masih bersifat sementara. Dengan begitu, terkait akhirnya akan diberikan ke negara atau kemungkinan lainnya bakal tergantung dengan proses persidangan.
BACA JUGA: KPK: Pemeriksaan Cak Imin soal Dugaan Korupsi Anggaran TKI Jauh dari Urusan Pencapresan
Di sisi lain, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kuntadi menegaskan kembali bahwa sumber uang tersebut masih terus didalami.
Sebagaimana diketahui, uang Rp27 miliar yang dikembalikan oleh penasehat hukum terdakwa kasus BTS Kominfo Irwan Hermawan, Maqdir Ismail disebut berasal dari orang berinisial S. "Sampai dengan detik ini, pemeriksaan terkait indikasi dengan uang tersebut sudah kami kejar. Tentang apa bagaimananya sudah kami lengkapkan dalam perkaranya Windi. Nanti di sidang mari kita lihat sejauh mana kaitanya itu," tutur Kuntadi.
Diberitakan sebelumnya, Maqdir, Irwan dan empat orang lainnya termasuk Anang Achmad dan Windi Purnama dipanggil Kejagung untuk mengkonfrontasi status uang Rp27 miliar tersebut. "Kejaksaan Agung, telah dilakukan konfrontasi atau pemeriksaan terhadap 6 orang saksi sekaligus terkait penerimaan uang US$ 1,8 juta atau setara Rp27 miliar yang sebelumnya diserahkan saksi MI [Maqdir Ismail]," ujar Ketut dalam keterangannya Jumat (18/8/2023).
Adapun, sebenarnya tim Jaksa Penyidik telah memanggil tujuh orang saksi guna mendengar keterangan terkait asal usul dan status uang tersebut. Namun, satu saksi atas nama RYB tidak hadir memenuhi panggilan Tim Jaksa Penyidik.
Di sisi lain, setelah beberapa jam diperiksa Kejagung, Maqdir Ismail masih menyampaikan ketidaktahuan dirinya mengenai identitas uang Rp27 miliar. Maqdir pun terus menegaskan bahwa uang tersebut merupakan uang untuk kepentingan Irwan.
Sumber: Bisnis.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Kejagung mengungkap vendor pengadaan 21.801 motor listrik senilai Rp1,03 triliun dalam kasus dugaan korupsi Program MBG di Badan Gizi Nasional. Penyidik menduga
Jaminton Campaz terima ancaman pembunuhan usai Kolombia tersingkir dari Piala Dunia 2026. Federasi kecam keras dan minta kejaksaan usut tuntas kasus ini.
Character.ai meluncurkan micro-drama interaktif berbasis AI yang memungkinkan penonton mengobrol langsung dengan karakter dalam cerita.
Kompolnas mengajak masyarakat mengawasi penyidikan kasus dugaan korupsi batu bara PLTU agar penegakan hukum berjalan profesional dan transparan.
Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul bakal melakukan kajian untuk pengembangan sports tourism dengan potensi dimiliki.
Grand Finals FFNS 2026 Fall digelar di GSP UGM, Jogja. Sebanyak 12 tim memperebutkan tiket menuju FFWS SEA 2026 Fall.