Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen, Isu Damai AS-Iran Redakan Pasar
Harga minyak dunia turun lebih dari 6% dalam sepekan setelah muncul sinyal kesepakatan damai AS-Iran dan meredanya ketegangan di Selat Hormuz.
Perdana Menteri India Narendra Modi duduk di belakang label negara yang bertuliskan "Bharat", saat menyampaikan pidato pembukaan KTT G20 di New Delhi, India, 9 September 2023./Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Ada yang menarik saat Perdana Menteri India Narendra Modi membuka KTT G20 pada Sabtu (9/9/2023). Papan nama negara di depan Modi bertuliskan Bharat, bukannya India.
India juga disebut dengan nama prakolonialnya dalam bahasa India, seperti Bharat, Bharata, dan Hindustan. Nama-nama ini digunakan secara bergantian oleh publik dan secara resmi.
Meskipun begitu, negara Asia Selatan ini secara tradisional tetap menggunakan nama India dalam gelar seperti presiden atau perdana menteri ketika berkomunikasi dalam bahasa Inggris
Sementara itu, dalam logo G20 India, kedua nama tersebut tertulis secara bersamaan. "Bharat" ditulis dalam bahasa Hindi dan "India" dalam bahasa Inggris.
Baca juga: Gedung Kementerian Koordinator di IKN Bisa Difungsikan Mulai Agustus 2024
"Bharat menyambut para delegasi sebagai Presiden G20," ungkap Modi dalam pembukaan KTT G20 India, seperti dikutip Reuters, Sabtu (9/9/2023).
Sebelumnya, spekulasi perubahan nama ini beredar karena Presiden India Droupadi Murmu menyebut dirinya sebagai Presiden Bharat dalam undangan jamuan makan malam KTT G20.
Penggantian nama tersebut akan diusung pada sesi sidang khusus Parlemen, yang dijadwalkan pada 18-22 September.
Melansir Economic Times, yang dikutip melalui Times Now pada hari Selasa (7/9/2023), Ramesh membenarkan kabar tersebut. Dia mengatakan, undangan makan malam resmi KTT G20 dari Presiden India benar telah dikirim dengan nama Presiden Bharat, bukan Presiden India seperti biasanya.
"Jadi berita tersebut memang benar adanya. Rashtrapati Bhawan telah mengirimkan undangan untuk makan malam G20 pada 9 September atas nama 'Presiden Bharat' dan bukan 'Presiden India' seperti biasanya," kata Ramesh dalam sebuah posting di X, dikutip Kamis (7/9/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Pemkab Gunungkidul mengambil alih pengelolaan retribusi wisata di TPR Kemadang setelah ditemukan kebocoran penarikan retribusi.
Harga ayam dan telur mulai naik seiring program MBG kembali berjalan. Dapur SPPG diminta membeli bahan baku langsung dari peternak.
Kemenkeu menyiapkan pertemuan dengan pimpinan BI usai Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Pemkab Kulonprogo mengeluhkan minimnya keterlibatan dalam program MBG dan menyoroti sebaran SPPG yang belum merata di wilayahnya.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.