NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Ambulans - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KLATEN—Seorang siswi SMK Gunungkidul berinisial TA meninggal dunia di puskesmas yang kosong tanpa petugas di Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Bupati Klaten Sri Mulyani segera melakukan evaluasi besar-besaran.
Evaluasi bakal dilakukan terhadap pelayanan puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Bersinar menyusul adanya keluhan dan kritik terhadap layanan Puskemas Bayat.
Hal itu disampaikan Mulyani saat ditemui wartawan di Grha Bung Karno, Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, Jumat (11/8/2023). Mulyani mengatakan segera mengumpulkan seluruh kepala Puskesmas untuk evaluasi tersebut.
“Saya selaku Bupati Klaten ikut prihatin, ikut berduka cita. Semoga anggota Paskibra yang seda [meninggal dunia] husnul khatimah. Tentunya ini menjadi bahan evaluasi saya juga,” kata Mulyani.
“Segera saya rapatkan, kondisi di wilayah, di puskesmas yang rawat inap ini kondisinya seperti apa. Kok hampir sama dengan kasus yang dulu [di Gantiwarno].”
Setelah muncul keluhan terhadap pelayanan di Puskesmas Bayat, Mulyani mengaku sudah merencanakan bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jajang Prihono, untuk mengumpulkan seluruh pengelola puskesmas. Dia menjelaskan puskesmas rawat inap idealnya memiliki sumber daya manusia (SDM) yang lengkap.
“Sarana dan prasarana harus lengkap sesuai kelasnya sebagai puskesmas. Tetapi SDM itu harus lengkap, yang krusial dan mendesak sangat penting itu harus stand by 24 jam,” jelas Mulyani.
Dia menjelaskan rumah sakit di Klaten memang banyak dan lengkap. Tetapi, akses pelayanan yang paling dikenal dan mudah dijangkau masyarakat adalah puskesmas.
BACA JUGA: Rencana PPDB Zonasi Dihapus, Dewan Pendidikan DIY: Sudah Mewujudkan Pemerataan Pendidikan
Sebelumnya diberitakan, Puskesmas Bayat, Klaten, didatangi belasan warga yang menuntut pembenahan pelayanan, Kamis (10/8/2023). Hal itu sebagai buntut adanya seorang warga asal Desa Bogem, Kecamatan Bayat, berinisial TA, 16, yang meninggal dunia pada Rabu (9/8/2023) sekitar pukul 19.00 WIB.
TA merupakan seorang pelajar salah satu SMK wilayah Kabupaten Gunungkidul, DIY, dan menjadi anggota Paskibra. Pelajar itu sebelumnya berada di rumah dan tak sadarkan diri kemudian dilarikan ke puskesmas yang berjarak sekitar 1 km dari rumahnya.
Namun, saat TA sampai di puskesmas hanya ada dua bidan, tanpa ada dokter jaga. Selain itu, tidak ada sopir ambulans yang stand by.
Salah satu warga Kecamatan Bayat, Suripto, 50, mengatakan keluhan terkait dengan pelayanan puskesmas tidak hanya kali ini terjadi. Sebelumnya, Suripto mengaku sering menerima keluhan terkait pelayanan puskesmas tersebut.
Suripto dan perwakilan warga lainnya menuntut ada perbaikan pelayanan di Puskesmas Bayat, Klaten. Salah satu tuntutannya yakni selalu ada dokter yang siaga serta sopir ambulans di puskesmas yang membuka pelayanan 24 jam itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Israel mengeluarkan perintah penyitaan 37,5 dunam tanah Palestina di Tepi Barat untuk memperluas situs militer yang sudah ada.
Gus Kikin terpilih menjadi Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, silsilah, pendidikan, perjalanan bisnis, hingga kiprahnya di NU.
BNI menghadirkan beragam penawaran bagi nasabah yang ingin menyaksikan konser Andrea Bocelli Romanza – 30th Anniversary World Tour di Indonesia
Opsen BBNKB Bantul mencapai Rp21,99 miliar atau 57,54% dari target Rp38,23 miliar hingga Agustus 2026.
China menegaskan kerja sama dengan Iran berada dalam kerangka hukum internasional setelah AS mengancam sanksi bagi mitra bisnis Teheran.