Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat, AS Jatuhkan Sanksi ke Iran
AS menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan Iran dan delapan kapal tanker terkait dugaan skema pemerasan kapal di Selat Hormuz.
Tentara Rusia dan Suriah di Ghouta Timur, Damaskus./Reuters
Harianjogja.com, SOLO—Perang Rusia vs Ukraina menjadi perang paling memilukan bagi Kremlin sejak setengah abad terakhir. Hanya dalam waktu 15 bulan, total korban dari perang ini telah mengalahkan jumlah korban perang antara Uni Soviet vs Afghanistan yang berlangsung selama hampir 10 tahun, tepatnya sejak 1979 - 1989.
Ya, hampir dua puluh lima tahun yang lalu, Uni Soviet menarik pasukan terakhirnya dari Afghanistan dan mengakhiri lebih dari sembilan konflik merek dengan salah satu negara timur tengah tersebut.
BACA JUGA: Mediazona Ungkap Identitas 24.400 Tentara Rusia yang Tewas di Ukraina
Sebagai informasi, Uni Soviet memasuki negara Afghanistan pada tahun 1979 dan berusaha menopang rezim pro-Soviet yang baru didirikan di Kabul.
Dalam waktu singkat, hampir 100.000 tentara Soviet menguasai kota-kota besar dan jalan raya di negara tersebut.
Imbasnya, pemberontakan terjadi dengan cepat dan luas. Konflik yang terjadi antara dua negara tersebut sangat brutal.
Tentara Soviet tak segan-segan untuk menghukum dan main tangan kepada pada pemberontak Mujahidin dan masyarakat yang mendukung mereka.
Dalam konflik sembilan tahun yang brutal tersebut diperkirakan satu juta warga sipil tewas, 90.000 pejuang Mujahidin mati dan 18.000 tentara Afghanistan meninggal dan 14.500 tentara Soviet meregang nyawa.
BACA JUGA: Ini Alasan Rusia Berjuang Habis-Habisan Merebut Kota Bakhmut Ukraina
Ya, dalam data tersebut memang "hanya" 14.500 tentara Soviet yang tewas selama pertempuran yang berlangsung hampir satu dekade itu.
Tapi nyatanya, angka ini tidak ada apa-apanya dari korban tewas perang Rusia vs Ukraina. Perang yang berlangsung 15 bulan tersebut disebut telah menewaskan 24.400 tentara Rusia per bulan Mei 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
AS menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan Iran dan delapan kapal tanker terkait dugaan skema pemerasan kapal di Selat Hormuz.
Asap karhutla mengandung PM2,5 yang dapat mengganggu paru-paru. Kenali bahaya paparan asap dan cara mencegahnya.
DPR memastikan RUU Perampasan Aset disahkan paling lambat Desember 2026. Komisi III kini mengejar pembahasan tersisa.
Pakar UMY Susilo Nur Aji menilai desil DTSEN bukan label mutlak kesejahteraan dan perlu dievaluasi sesuai dinamika ekonomi keluarga.
Kondur Gangsa 2026 digelar malam ini di Keraton Jogja. Simak titik pengalihan arus lalu lintas dan jam pemberlakuannya.
Tradisi Siraman Panjang Keraton Kasepuhan Cirebon kembali digelar. Warga antusias berebut air bekas cucian pusaka yang dipercaya membawa berkah.