Rezza Kalah dari Pemanah Korea Selatan, Indonesia Gagal Raih Medali Asian Games
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Ilustrasi penanganan stunting. - Freepik
Harianjogja.com, PADANG—Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan penyebab kasus gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi di kawasan perkotaan bukan masalah kekurangan pangan, namun lebih kepada pola asuh.
"Kami melihat secara umum di perkotaan, ekonomi masyarakat baik dan mereka mampu membeli kebutuhan gizi, namun ternyata anak mereka mengalami stunting. Ini jadi persoalan tersendiri," kata Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Bonivasius Prasetya usai mengunjungi Kampung KB Bukit Karan di Padang, Sabtu (3/6/2023).
Ia mengatakan di kawasan perkotaan para orang tua sibuk bekerja dan anak mereka dititipkan kepada nenek atau pengasuh. Dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, para orang tua ini terkesan ingin instan sehingga memberikan mi instan kepada anak.
"Keinginan instan ini yang salah dan berdampak pada anak sehingga pola asuh yang mereka lakukan tidak tepat," kata dia.
Dalam menyikapi hal ini tentu yang harus diperbaiki adalah memperbaiki pola asuh orang tua agar lebih peduli dengan gizi anak seperti memberikan ASI eksklusif selama enam bulan ditambah makanan pendamping dan ASI hingga dua tahun.
BACA JUGA: Hari Sepeda Sedunia, Jogja Dulu Punya Sego Segawe yang Kini Tak Ada Lagi Kabarnya
Selain itu menambah pengetahuan orang tua terkait gizi yang harus didapatkan anak mereka di usia tersebut agar terhindar dari stunting.
Di Perdesaan
Hal ini berbeda dengan kawasan perdesaan yang menyebabkan anak stunting akibat kondisi ekonomi yang membuat mereka kesulitan dalam memenuhi gizi anak.
Dalam hal ini tentu diperlukan peran masyarakat dalam membantu orang tua yang memiliki anak stunting dalam memenuhi kebutuhan mereka salah satunya dengan program bapak asuh dan Dapur Sehat.
"Program bapak asuh ini merupakan intervensi kepada anak stunting untuk dipenuhi gizi mereka selama enam bulan ke depan dan Dapur Sehat ini memperkaya sumber makanan yang ada di lingkungan tersebut dalam memenuhi kebutuhan gizi anak stunting," kata dia.
Menurut dia, BKKBN memiliki keterbatasan anggaran dalam penekanan atau intervensi anak stunting di Indonesia sehingga pelibatan pihak di luar BKKBN menjadi keharusan melalui program bapak asuh yang sudah dicanangkan bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.