Olah Sampah Jadi Energi, Pekerja GO-SARI Kini Dilindungi BPJamsostek
Program GO-SARI mengolah sampah menjadi energi sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kini para pekerjanya mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaa
Pemerintah mengevakuasi sebanyak 385 warga negara Indonesia (WNI) dari Sudan melalui Jeddah sudah mendarat ke Jakarta pada Jumat (28/4/2023) pagi. - Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan-badan bantuan yang beroperasi di Sudan Selatan menyerukan dana untuk mendukung kebutuhan kemanusiaan yang meningkat akibat bentrokan militer di Sudan.
Terlepas dari upaya-upaya yang dilakukan oleh Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, dan sejumlah organisasi nonpemerintah di daerah perbatasan untuk melacak orang-orang yang memasuki Sudan Selatan yang sangat membutuhkan bantuan.
BACA JUGA: Konflik di Sudan Diklaim akan Berhenti dalam 2 Pekan
Badan-badan tersebut mengungkapkan kekhawatiran bahwa jumlah pengungsi saat ini sudah lebih dari 50.000 orang dan lebih banyak pengungsi yang datang dari perkiraan mereka.
"Kami mengimbau para donatur untuk mendukung organisasi nonpemerintah tersebut guna membantu mereka yang melarikan diri dari krisis di Sudan, termasuk perempuan dan anak-anak yang rentan. Tolong dukung upaya organisasi nonpemerintah tersebut untuk menyelamatkan nyawa dan meringankan penderitaan orang-orang yang mencari keselamatan," kata Direktur Sekretariat Forum Organisasi Nonpemerintah Sudan Selatan Cissy Kagaba dalam sebuah pernyataan yang dirilis di ibu kota Sudan Selatan, Juba, dikutip Sabtu (6/5/2023).
Badan-badan tersebut mengatakan krisis kemanusiaan semakin memburuk karena lebih banyak orang melarikan diri dari pertempuran di Sudan, dengan ribuan orang, terutama yang kembali dan pengungsi, menyeberang ke daerah perbatasan Sudan Selatan.
Badan-badan tersebut mengimbau para donatur dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk memberikan dukungan bagi lembaga kemanusiaan untuk menanggapi kebutuhan individu yang datang setiap hari dan untuk memitigasi kemungkinan bencana kemanusiaan.
"Organisasi nonpemerintah di Sudan Selatan menyambut baik perpanjangan gencatan senjata selama tujuh hari oleh pihak-pihak yang berkonflik dan menekankan upaya perdamaian untuk menyelesaikan perbedaan," kata Kagaba.
BACA JUGA: Sudah 949 WNI Dievakuasi dari Sudan
Badan-badan itu mengatakan sebagian besar orang yang mencari keselamatan adalah warga negara Sudan Selatan yang diperkirakan akan bergabung dengan kerabat mereka di berbagai wilayah di negara itu, yang akan memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah parah dengan perkiraan 7,8 juta orang kemungkinan akan menghadapi krisis kerawanan pangan akut atau tingkat yang lebih buruk antara April hingga Juli.
"Jika pasokan kemanusiaan, termasuk makanan, tidak tersedia, hal itu akan meningkatkan penyebab kerawanan pangan yang terjadi saat ini, memicu risiko kelaparan di area-area di mana populasi dalam jumlah besar mengalami kerawanan pangan yang parah," kata badan-badan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Program GO-SARI mengolah sampah menjadi energi sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kini para pekerjanya mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaa
Asap karhutla mengandung PM2,5 yang dapat mengganggu paru-paru. Kenali bahaya paparan asap dan cara mencegahnya.
DPR memastikan RUU Perampasan Aset disahkan paling lambat Desember 2026. Komisi III kini mengejar pembahasan tersisa.
Pakar UMY Susilo Nur Aji menilai desil DTSEN bukan label mutlak kesejahteraan dan perlu dievaluasi sesuai dinamika ekonomi keluarga.
Kondur Gangsa 2026 digelar malam ini di Keraton Jogja. Simak titik pengalihan arus lalu lintas dan jam pemberlakuannya.
Tradisi Siraman Panjang Keraton Kasepuhan Cirebon kembali digelar. Warga antusias berebut air bekas cucian pusaka yang dipercaya membawa berkah.