Truk dan Bus Sinar Jaya Kecelakaan di Tol Solo-Ngawi, Sopir Tewas
Kecelakaan truk tronton dan bus Sinar Jaya terjadi di Tol Solo-Ngawi KM 498+800 Boyolali, Senin sore. Sopir truk dilaporkan meninggal dunia.
Abu sisa erupsi Merapi masih memenuhi atap dan halaman gedung SDN 2 Tlogolele, Selo, Boyolali, Senin (13/3/2023)./ Solopos-Ni\'maul Faizah
Harianjogja.com, BOYOLALI—Kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah terdekat dengan Gunung Merapi, SDN 2 Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, tetap berjalan kendati sekolah itu masih penuh abu vulkanik sisa erupsi Gunung Merapi, Senin (13/3/2023).
BACA JUGA: Abu Merapi Tidak Turun di Jogja
Seperti diketahui, Merapi memuntahkan awan panas dan abu vulkanik sejak Sabtu (11/3/2023) yang mengakibatkan kawasan Tlogolele yang berada di lereng gunung itu terkena hujan abu. Meski aktivitas Merapi berangsur menurun, sisa abu vulkanik masih tampak di halaman sekolah yang hanya berjarak sekitar 4,5 kilometer dari puncak Gunung Merapi tersebut, Senin.
Abu vulkanik masih tersisa di genting gedung dan halaman sekolah. Debu-debu juga masih terlihat berterbangan di sekitarnya. Aktivitas belajar mengajar di sekolah dilaksanakan untuk kelas III, IV, dan V.
Kemudian untuk siswa kelas VI melaksanakan try out ujian tingkat kabupaten di sekolah. Sedangkan kelas I dan II melaksanakan KBM di rumah. Wali Kelas VI SDN 2 Tlogolele, Rajiv Nasr Sidiq, mengungkapkan sekitar 77 siswa masuk sekolah untuk KBM dan try out.
“Untuk kelas I memang kami persilakan belajar di rumah karena yang pertama ruangannya dipakai. Kedua, faktor keamanan, mereka masih sulit untuk dikasih tahu,” ujarnya saat berbincang dengan Solopos.com-Jaringan Harianjogja.com, di SDN 2 Tlogolele, Senin (13/3/2023).
Rajiv mengungkapkan hujan abu vulkanik Merapi di Tlogolele, Selo, Boyolali, terakhir pada Minggu (12/3/2023). Pada Senin, abu vulkanik yang tersisa masih ada dengan ketebalan sekitar 0,5 sentimeter (cm).
Walaupun aktivitas KBM normal, Rajiv mengungkapkan abu-abu vulkanik yang tersisa tetap mengganggu para siswa dan guru. Ssiswa diwajibkan memakai masker. Sekolah juga menyediakan masker bagi siswa yang tidak membawa dari rumah. “Masker kami juga dapat dari pemerintah, jadi kami bagikan ke masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan siswa tidak diperkenankan bermain di luar kelas karena masih banyak abu di halaman sekolah. “Rencananya juga misal biasanya pulang pukul 12.00 WIB siang, hari ini kemungkinan pulang lebih awal,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu siswa Kelas IV SDN 2 Tlogolele, Selo, Boyolali, Dimas Agung Nugroho, mengungkapkan saat tidak ada hujan abu Merapi, ia biasanya berangkat sendiri ke sekolah. Namun, pada hari pertama sekolah setelah hujan abu ia diantar dan jemput orang tuanya.
“Saya enggak takut sekolah, karena sudah pakai masker. Jadi sekolah seperti biasa, ini tidak mengganggu,” ujarnya. Ia mengungkapkan ini adalah kali ketiga ia merasakan hujan abu namun kali ini abunya paling tebal.
Walaupun begitu, orang tuanya tetap memberitahunya bahwa keadaan aman sehingga dia tidak takut. “Di rumah juga pakai masker untuk keamanan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Kecelakaan truk tronton dan bus Sinar Jaya terjadi di Tol Solo-Ngawi KM 498+800 Boyolali, Senin sore. Sopir truk dilaporkan meninggal dunia.
Investasi komponen otomotif Indonesia mencapai Rp109 triliun hingga September 2026. Jepang menjadi investor terbesar dengan kontribusi 47,8%.
Sebanyak 254 calon jemaah haji Gunungkidul masuk nominasi keberangkatan 2027. Pengurusan paspor dan bio visa mulai dilakukan.
Polisi menangkap lima tersangka pembunuhan pria di bangunan bekas dapur SPPG Kendal. Kasus bermula dari perselisihan saat pesta miras.
Komdigi memeriksa laporan dugaan kebocoran data 5,7 juta akun pelanggan Fore dan menyiapkan sanksi jika ditemukan pelanggaran UU PDP.
OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Jogja menghadirkan inovasi mahasiswa bidang sains, teknologi, agama, dan riset.