Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Ilustrasi uang. Mahasiswa dari Klaten diduga membawa kabur uang arisan Rp1 miliar./Freepik
Harianjogja.com, KLATEN—Dua orang mahasiswa yang beralamat di Delanggu, Klaten, dicari banyak orang lantaran diduga membawa kabur duit arisan. Nilai uang yang dibawa kabur sepasang laki-laki dan perempuan itu mencapai Rp1 miliar.
Kabar dua orang yang diduga membawa kabur uang arisan tersebut viral di media sosial (medsos), Jumat (3/3/2023). Informasi yang diunggah di medsos disertai foto keduanya.
Keduanya adalah laki-laki berinisial AB, seorang mahasiswa beralamat dari Delanggu, dan seorang perempua berinisial GK, mahasiswi yang juga beralamat di Delanggu.
“Pasangan ini membawa kabur uang -+ 1 Miliar rupiah, bagi yang mengetahui keberadaan segera menghubungi 085713077209,” tulis keterangan di bawah foto tersebut.
Salah satu peserta arisan, Mamik Indah, saat dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Jumat, mengatakan awalnya kedua orang yang diduga bawa kabur uang arisan itu menawarkan arisan dan oper slot atau mengganti arisan orang lain dengan nilai keuntungan berbeda-beda.
“Setelah itu admin arisan ini mengaku ada kendala masalah uang tertelan saat setor tunai di bank. Kemudian meminta waktu 10 hari untuk membenahi arisan yang bermasalah. Tetapi sampai saat ini pelaku kabur dan tidak bisa dihubungi. Keberadaannya di mana juga tidak diketahui,” kata Mamik Indah.
BACA JUGA: Harta Kekayaan Eko Darmanto Eks Kepala Bea Cukai Jogja Diklarifikasi KPK Selasa
Mamik menjelaskan jumlah total korban dugaan penipuan arisan tersebut sekitar 60 orang dengan nilai kerugian atau uang yang diduga dibawa kabur mencapai Rp1 miliar. Arisan itu sudah berlangsung sejak 2019 dan dana mulai macet sejak 21 Februari 2023.
“Kalau saya ikut sekitar satu tahun ini. Awalnya memang cuma mau ikut arisan agar bisa menabung. Kerugian saya sekitar Rp14,5 juta,” kata Mamik yang berasal dari Sukoharjo.
Secara pribadi, Mamik mengaku belum melaporkan kejadian dugaan dua orang bawa kabur uang arisan itu ke polisi. Namun, menurutnya ada nasabah lain yang sudah mengadukan dugaan uang arisan dibawa kabur dua orang tersebut ke Polres Klaten.
Kasi Humas Polres Klaten, Iptu Abdillah, mengakui ada aduan terkait dugaan uang arisan dibawa kabur oleh dua orang yang disebut warga Delanggu, Klaten. Polisi saat ini masih mendalami perkara tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.