Erdogan Umumkan Keadaan Darurat Selama Tiga Bulan untuk Cari Korban Gempa

Newswire
Newswire Rabu, 08 Februari 2023 01:27 WIB
Erdogan Umumkan Keadaan Darurat Selama Tiga Bulan untuk Cari Korban Gempa

Orang-orang duduk di tengah puing-puing setelah gempa bumi di Hatay, Turki, 7 Februari 2023. REUTERS/Umit Bektas

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan keadaan darurat selama tiga bulan di 10 provinsi bagian selatan yang dilanda gempa Bumi dahsyat, Selasa (7/2/2023). Keadaan darurat akan dipakai untuk fokus mencari korban gempa Turki. Saat ini, diperkirakan ribuan orang belum ditemukan dan masih tertimbun reruntuhan.

Langkah itu dilakukan setelah jumlah korban tewas dari dua gempa bumi besar pada Senin (6/2/2023) melebihi angka 5.000. Tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk menggali orang tertimbun puing-puing bangunan yang runtuh. Mengumumkan keadaan darurat membuat presiden dan kabinet tidak perlu meminta persetujuan parlemen dalam memberlakukan undang-undang baru dan untuk membatasi atau menangguhkan hak dan kebebasan yang mereka anggap perlu.

"Kami telah memutuskan untuk mengumumkan keadaan darurat guna memastikan operasi dilakukan dengan cepat," kata Erdogan dalam pidato keduanya sejak gempa pertama melanda Senin pagi.

Dia mengatakan keadaan darurat akan berlangsung selama tiga bulan yang artinya akan berakhir sesaat sebelum pemilihan presiden dan legislatif yang dijadwalkan pada 14 Mei. Keadaan darurat juga bisa diperpanjang.

Erdogan sebelumnya pernah mengumumkan keadaan darurat nasional pada Juli 2016 setelah kudeta militer yang gagal.

Erdogan juga mengatakan 70 negara telah menawarkan bantuan dalam operasi pencarian dan penyelamatan dan Turki berencana menjadikan hotel di pusat pariwisata Antalya untuk menampung orang-orang yang terkena dampak gempa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online