Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Kondisi rumah Edi, pria tua di Semarang yang viral karena hidup sendiri di rumah besar tanpa listrik dan air/Solopos.com-Ponco Wiyono
Harianjogja.com, SEMARANG— Video seorang pria tua tinggal seorang diri di Semarang belakangan viral. Pria yang hidup sebatang kara atau sendirian tanpa listrik dan air leding rupanya menarik perhatian Dinas Sosial (Dinsos) setempat.
Kepala Dinsos Kota Semarang, Heroe Soekendar, bahkan mengaku sudah menjalin komunikasi dengan pria tua itu dan keluarganya. Meski demikian, Heroe menolak menyampaikan secara terperinci hasil komunikasi dengan pria tua itu dan langkah-langkah yang akan diterapkan Dinsos Kota Semarang ke depan.
“Keluarganya tidak mau diekspos karena malu. Mereka orang berkecukupan [menengah ke atas]. Hari Minggu [5/2/2023] akan ada pertemuan dengan keluarga dan mudah-mudahan yang bersangkutan bersedia dipindah ke panti pada Senin [6/2/2023],” ujar Heroe saat dihubungi Solopos.com, Kamis (2/2/2023).
Diberitakan sebelumnya, pria tua yang viral karena tinggal sendirian di rumah mewah tanpa penerangan listrik dan air leding di Kota Semarang itu bernama Edi. Ia tinggal di Kampung Hawa, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur.
Informasi terkait kondisi Edi itu kali pertama mencuat melalui unggahan kanal Youtube Bang Bewok. Kepada Bang Bewok, Edi mengaku tinggal sendirian setelah istrinya meninggal dan anak-anaknya tinggal bersama keluarga masing-masing.
Dalam video yang diunggah di Youtube itu juga terlihat isi rumah Edi yang penuh perkakas tak terpakai dan sampah. Terlihat juga interior rumah yang terbengkalai lantaran termakan waktu dan tidak terawat.
“Untuk kebutuhan air saya harus ngangsu atau menadah air hujan,” jelas Pak Edi di YouTube Bang Bewok.
Solopos.com-jaringan Harianjogja.com mencoba menghubungi Ketua RW 003 tempat tinggal Pak Edi, Kamis (2/1/2023). Ketua RW 003, Sumaknohadi mengungkapkan ia dan Edi sudah saling mengenal sejak lama. Keduanya pun pernah menggeluti pekerjaan yang sama, yakni detailer di perusahaan farmasi.
“Mungkin tahun 1993 saya pertama kali mengenal beliau. Saya dulu tinggal di gang lain dan baru beberapa tahun pindah ke sini. Sementara beliau sudah di sini sejak lama,” jelasnya.
Sumaknohadi mengatakan Edi memiliki tiga orang anak. Anak pertamanya laki-laki, sudah meninggal. Dulunya anak pertamanya itu merupakan seorang dokter di Tangerang, Banten.
“Baru meninggal, mungkin tiga bulan lalu. Anak keduanya juga sudah meninggal, dia sebelumnya tinggal dan bekerja di Jakarta,” lanjut sang ketua RW.
Sementara anak terakhirnya, yang disebut Sumaknohadi bernama Susi, masih tinggal di Kota Semarang namun jarang sekali menjenguk Edi.
“Kalau cucu-cucunya masih kecil. Saya kurang paham asal-usul Pak Edi. Keponakannya, saya juga tidak tahu,” ujar Sumaknohadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos.com
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.