Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Pertamina Siap Beroperasi Tahun Ini
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Musala di Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom, Klaten bakal dipindah lantaran terdampak pembangunan Tol Jogja Solo, Selasa (13/12/2022)./JIBI-Solopos.com-Taufiq Sidik Prakoso
Harianjogja.com, KLATEN—Ratusan kuburan akan dipindah karena tergusur proyek Tol Jogja Solo.
Puluhan keluarga di Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom pindah rumah lantaran tempat tinggal lama mereka terkena proyek pembangunan jalan tol. Puluhan rumah itu berada di Dukuh Brangkal dan Dukuh Soka. Di Dukuh Brangkal ada sekitar 25 rumah yang dibongkar. Di Dukuh Soka ada sekitar 10 rumah.
Pemilik pekarangan sekaligus rumah sudah menerima uang ganti rugi (UGR) setahun lalu. Mereka kemudian pindah rumah di sebelah rumah lama dengan membeli pekarangan dan mendirikan rumah baru.
Sementara, satu musala dan satu kompleks makam berisi ratusan kuburan masih bertahan. Proses pemindahan musala dan makam dilakukan bersamaan dengan proses pembebasan tanah kas desa yang saat ini masih dalam proses.
Kepala Desa (Kades) Brangkal, Haryanto, mengatakan nilai UGR yang diterima warga lebih dari harga tanah pada umumnya.
“Kalau tanah pekarangan waktu itu nilai gantinya ada yang sampai Rp1,2 juta per meter persegi. Harga tanah umumnya saat itu sekitar Rp500.000 per meter persegi. Sekarang harga tanah sudah naik,” kata Haryanto saat ditemui di Desa Brangkal, Selasa (13/12/2022).
Haryanto mengatakan ada satu kompleks makam yang terkena Tol Jogja Solo. Di kompleks itu ada sekitar 300 kuburan.
Sebanyak 80 kuburan tak bernama dan tak diketahui ahli warisnya. Soal pemindahan ratusan kuburan itu, Haryanto mengatakan masih menunggu proses pembebasan tanah kas desa.
Salah satu warga, Muh. Fauzan, mengatakan rumahnya ikut terdampak proyek pembangunan jalan tol. Di kampungnya, ada sekitar 20 rumah yang dibongkar dan dipindah.
BACA JUGA: Tanah Mepet Rel Kereta di Tol Jogja YIA Bisa Dibebaskan, Ini Syaratnya
Soal nilai UGR, Fauzan mengaku nilai yang diterima menguntungkan warga. Nilai UGR yang diterima warga yang rumahnya terkena tol antara Rp900.000 per meter persegi hingga Rp1,2 juta per meter persegi.
Fauzan menjelaskan rumah yang dia tempati sebelumnya seluas 350 meter persegi. Setelah mendapatkan UGR, dia kemudian membeli pekarangan tak jauh dari rumah lamanya dengan luas 135 meter persegi.
“Alhamdulillah sekarang sudah bangun rumah itu [rumah berlantai tiga],” ungkap Fauzan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Oknum anggota Polres Tanjab Timur, Bripka SO, dipatsus usai video dirinya berada di arena judi sabung ayam viral. Kasus masih didalami Propam.
Menpar Widiyanti menilai desainer berperan penting memperkenalkan budaya Indonesia melalui wastra sekaligus mendorong shopping tourism.
Bumkal Sumberharjo Sleman sukses memanen melon premium di tanah kas kalurahan. Pemkab Sleman menilai inovasi ini berpotensi meningkatkan ekonomi desa.
Pemerintah mengungkap alasan Indonesia masih tertinggal dari Vietnam dalam pengembangan energi baru terbarukan meski memiliki potensi PLTS mencapai 7.700 GW.
Kahitna membagikan rahasia tetap kompak dan bertahan selama 40 tahun di industri musik Indonesia, mulai dari saling menerima hingga menjaga identitas musik.