Veda Ega Puas Jadi Tercepat di Practice, tapi Masih Ingin Lebih Baik
Veda Ega Pratama puas jadi tercepat di practice Moto3 Jerman (1'25.848), tetapi targetkan perbaikan. Bangkit dari posisi 23 di FP1. "Setelan motor lebih baik.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SEMARANG — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Jawa Tengah akan memasuki musim hujan lebih cepat dari waktu normalnya.
"Awal musim hujan 2022 diprakirakan maju satu hingga tiga dasarian," kata Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Sukasno, dikutip dari Antara, Sabtu (3/9/2022).
Ia menjelaskan kondisi fisis serta dinamika atmosfer regional dan global yang sedang berlangsung dapat memengaruhi kondisi iklim Jawa Tengah.
Menurut dia, secara umum wilayah Jawa Tengah akan mulai memasuki musim hujan pada Oktober 2022.
Adapun daerah yang paling awal memasuki musim hujan pada September 2022 ini meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Cilacap serta Brebes.
"Sifat musim hujan 2022 diprakirakan normal," katanya.
Sementara puncak musim hujan, lanjut dia, diprakirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2023.
Ia menuturkan lamanya periode musim hujan 2022 berkisar antara 4,5 hingga 9 bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Ega Pratama puas jadi tercepat di practice Moto3 Jerman (1'25.848), tetapi targetkan perbaikan. Bangkit dari posisi 23 di FP1. "Setelan motor lebih baik.
PIHPS mencatat harga pangan nasional hari ini. Bawang merah Rp46.650 per kg, daging ayam Rp37.000 per kg, dan telur Rp28.950 per kg.
BMKG memprakirakan cuaca berawan mendominasi Indonesia pada Minggu 12 Juli 2026. Sejumlah wilayah juga berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mendorong skrining anemia pada ibu hamil dan balita disertai edukasi gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Program Gemarikan DKP Bantul telah mencapai 87 persen. Sebanyak 675 siswa di 22 sekolah mengikuti edukasi pentingnya konsumsi ikan.