Pemberdayaan Masyarakat dan Semangat Pembangunan Indonesia
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Monkeypox atau cacar monyet./Foto-CDC
Harianjogja.com, BOYOLALI — Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali waswas dengan keberadaan cacar monyet atau monkeypox.
Sebab, meski belum ditemukan kasus, cacar monyet telah ditetapkan World Health Organization (WHO) sebagai darurat kesehatan global.
Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Puji Astuti, telah menginstruksikan seluruh jajaran kesehatan di Boyolali untuk melakukan kewaspadaan dini.
“Kalau ada gejala cacar monyet yang belum diketahui penyebabnya, apalagi kalau penderita memiliki riwayat kontak dengan daerah endemik. Entah kontak dengan orangnya atau pernah berkunjung ke sana, kami akan melakukan pemeriksaan,” kata Puji, Senin (25/7/2022).
Puji mengatakan cacar monyet kali pertama ditemukan di Denmark pada 1958. Saat itu, lanjut dia, cacar monyet menyerang koloni kera.
Namun, saat ini, lanjut Puji, cacar monyet endemik di Afrika dan ditularkan lewat hewan seperti tupai, tikus, dan kera. Ia mengatakan cacar monyet termasuk kategori penyakit zoonosis.
“Yang penularan antarmanusia melalui pernapasan, antarkulit yang terkontaminasi, atau melalui plasenta dari ibu ke janin atau kontak selama persalinan. Dari hewan ke manusia juga jika ada kontak langsung, semisal terinfeksi ketika menggigit, jadi masuknya melalui kulit yang rusak,” kata dia.
Ia mengatakan masa inkubasi cacar monyet tersebut terjadi antara 6 – 16 hari. Namun, tutur Puji, bisa juga berkisar antara 5 – 21 hari.
Masa inkubasi cacar monyet diikuti dengan demam, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot, dan lemas.
“Setelah itu bintil-bintil berisi cairan untuk mengeras sampai rontok diperlukan paling tidak tiga pekan, itu kalau respon imunnya bagus,” kata dia.
Dikarenakan cacar monyet berasal dari virus, Puji mengimbau masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh seperti makan makanan bergizi dan bervitamin.
“Semua virus kan yang penting dapat melindungi diri sendiri dengan meningkatkan imun tadi. Selain itu jangan lupa protokol kesehatan seperti memakai masker dan tetap mencuci tangan dengan sabun. Buat prokes itu jadi kebiasaan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Komisi D DPRD Jogja mendesak kejelasan mekanisme dan penganggaran Posyandu usai aturan Kemendagri terkait enam SPM memicu kebingungan daerah.
Sleman City Hall (SCH) menghadirkan rangkaian program dan aktivitas sepanjang Agustus 2026 melalui tema “YouthNited Nation”
Bareskrim Polri mengungkap kasus TPKS oleh pelatih panjat tebing HB terhadap lima atlet putri. Tersangka dijerat UU TPKS dan terancam pidana tambahan
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
Karhutla Indonesia mencapai 202.004 hektare hingga Juli 2026, melampaui 2019 dan 2023. El Nino kini masuk kategori sangat kuat.