Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Malang, 8 Pelajar Diperiksa
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Tangkapan layar seorang pria menendang sesajen di Gunung Semeru./Instagram @memomedsos.
Harianjogja.com, BANTUL - Penendang sesajen di Gunung Semeru, Hadfana Firdaus, ditangkap di Banguntapan, Bantul, Kamis (13/1/2022) malam.
Hadfana Firdaus membuat gempar karena menendang sesajen di kawasan bencana erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
BACA JUGA: Pengasuh Ponpes Anggap Sesajen Ditendang Bukan Cara Dakwah Walisongo
Dalam video yang kemudian viral, dia mengatakan bahwa sesajen sesuatu yang mengundang murka Sang Pencipta hingga menimbulkan azab bencana. Intoleransi tersebut kemudian dilaporkan kepada polisi. Polisi kemudian memburunya dan meringkusnya di Banguntapan.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, sebagaimana dilansir Suara.com, mengatakan Hadfana sudah dibawa ke Polda Jatim dan diperiksa sejak pukul 05.00 WIB pada Jumat (14/1/2022).
Menurut laporan iNews.id, Hadfana ditangkap di Gang Dorowati, Pringgolayan, Banguntapan, Bantul. Lokasi penangkapannya dekat dengan Polsek Banguntapan. Hadfana ditangkap sekitar pukul 22.40 WIB, pada Kamis malam.
.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com & iNews.id
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi di Papua berhasil merebut delapan pucuk senjata dari kelompok OPM.