Bripka E Pengasuh Ponpes di Wonogiri Ditahan Kasus Kekerasan Seksual
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
Ilustrasi petugas menyuntikkan vaksin booster kepada warga/Unsplased.com
Harianjogja.com, JAKARTA – Program vaksin booster Covid-19 sudah mulai digelar hari ini, Rabu (12/1/2022). Pemerintah akan memberikan vaksinasi booster dengan mempertimbangkan ketersediaan vaksin yang ada di tahun ini. Ini karena jenis vaksin booster akan berbeda dengan ketersediaan vaksin tahun lalu.
Tidak hanya itu, hasil riset yang dilakukan oleh peneliti dalam negeri maupun luar negeri juga menjadi pertimbangan pemerintah.
Adapun kombinasi vaksinasi booster ini juga telah dikonfirmasi oleh Badan POM dan ITAGI, antara lain: Untuk vaksin primer(dosis pertama dan kedua) Sinovac akan diberikan vaksin booster setengah dosis Pfizer atau AstraZeneca. Sedangkan untuk vaksin primer AstraZeneca akan diberikan vaksin booster setengah dosis Moderna.
BACA JUGA: Lansia di Sleman Diperbolehkan Memilih Jenis Vaksin Booster
“Beberapa penelitian dalam dan luar negeri menunjukkan bahwa vaksin booster heterolog atau vaksin booster dengan jenis kombinasi yang berbeda menunjukkan peningkatan antibodi yang relatif sama dengan vaksin booster homolog atau vaksin booster dengan jenis yang sama,” kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, mengutip laman resmi Kemenkes, Rabu (12/1/2021).
Tidak hanya itu, Budi menuturkan bahwa hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa vaksin booster setengah dosis menunjukkan peningkatan level antibodi yang relatif sama dengan vaksin booster dosis penuh, dan memberikan dampak Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang lebih ringan.
“Iya [KIPI berlaku untuk kelima jenis vaksin booster]. Secara umum yang kita ketahui dari data yang ada, [KIPI] demam, pegal-pegal dan bengkak di tempat penyuntikan,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, saat dihubungi oleh Bisnis-jaringan Harianjogja.com, Rabu (12/1).
Vaksinasi booster Covid-19 sudah mulai diselenggarakan di fasyankes milik pemerintah seperti Puskesmas, rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit milik pemerintah daerah.
Adapun vaksin booster ditujukan bagi masyarakat berusia 18 tahun ke atas, dengan memprioritaskan lansia dan penderita imunokompromais, telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap, serta minimal 6 bulan setelah penyuntikan dua dosis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.