Ojol Perempuan Jogja Dilatih Bahasa Inggris Gratis, Permudah Layani Wisatawan Asing
Ojol perempuan di Jogja mendapat pelatihan bahasa Inggris gratis. Program ini digelar dua batch dan melibatkan komunitas Lady Bikers Jogja.
Ilustrasi vaksinasi - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh orang tua di Indonesia untuk segera melengkapi imunisasi anak menyusul terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di puluhan wilayah.
Langkah preventif ini dinilai krusial untuk memutus rantai penularan penyakit yang sangat infeksius tersebut, terutama mengingat tingginya mobilitas masyarakat menjelang momen libur Lebaran yang berisiko memperluas sebaran virus.
Menkes menekankan bahwa imunisasi merupakan instrumen paling efektif dan sudah teruji secara klinis selama puluhan tahun untuk menekan angka kematian akibat campak pada anak-anak.
Dalam keterangannya usai penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Kesehatan Jiwa Anak di Jakarta, Kamis (5/3/2026), Budi menyebut bahwa lonjakan kasus di awal tahun ini harus segera direspons dengan tindakan medis yang cepat dan tepat agar tidak menjadi wabah yang lebih besar.
"Kita amati di awal tahun ini banyak yang terkena, jadi harus benar-benar kita tekan cepat, kalau tidak dia menular ke mana-mana. Apalagi sudah dekat Lebaran," ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin dengan nada serius.
Data Kementerian Kesehatan mengungkap fakta memprihatinkan, di mana sekitar 67 persen dari total kasus konfirmasi campak ternyata tidak memiliki riwayat imunisasi sama sekali.
Pada tahun 2025, tercatat ada 63.769 suspek dengan 67 korban jiwa, sementara di awal tahun 2026 ini sudah ditemukan 8.810 suspek dengan 5 angka kematian yang tersebar di 24 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Menkes secara khusus memberikan perhatian pada 10 daerah yang mengalami KLB campak selama dua tahun berturut-turut, termasuk di antaranya Kabupaten Sleman, Kota Makassar, dan Kota Medan.
Keengganan orang tua dalam memberikan vaksin tidak hanya membahayakan nyawa anak mereka sendiri, tetapi juga menciptakan risiko penularan massal di lingkungan sekolah maupun tempat bermain yang dapat berakibat fatal bagi balita.
"Enggan imunisasi akibatnya anaknya tidak terproteksi, dia kena dia menularkan ke yang lain. Jadi perlu diingat yang imunisasi bukan hanya buat anaknya sendiri, tapi juga buat lingkungan sekolah," tegasnya mengingatkan pentingnya kekebalan kelompok (herd immunity).
Pemerintah melalui dinas kesehatan di tiap daerah kini diinstruksikan untuk menggencarkan kembali program imunisasi kejar bagi anak-anak yang sempat terlewat jadwal vaksinasinya.
Masyarakat diimbau untuk segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat jika menemukan gejala demam tinggi disertai bintik merah pada anak, guna mendapatkan penanganan medis segera sebelum kondisi fisik memburuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ojol perempuan di Jogja mendapat pelatihan bahasa Inggris gratis. Program ini digelar dua batch dan melibatkan komunitas Lady Bikers Jogja.
Pilur Bantul 2026 digelar di 30 kalurahan dengan 87 calon lurah dan 304.045 pemilih. Simak jadwal kampanye, masa tenang, hingga pencoblosan.
Cristiano Ronaldo menjadi sorotan jelang Denmark vs Portugal setelah laporan soal latihan individu dan keputusan Jorge Jesus di laga sebelumnya.
Direktur Pegadaian Ismail Ilyas berbagi pengalaman karier dan kepemimpinan kepada mahasiswa Universitas Andalas melalui sesi Alumni Calling.
Top skor Nations League 2026/2027 sementara dipimpin empat pemain, termasuk Lamine Yamal dan Erling Haaland yang sama-sama mengoleksi 3 gol.
Profil Timnas Bangladesh yang akan menghadapi Indonesia pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, termasuk Hamza Choudhury, Shamit Shome, dan Thomas Dooley