Peserta Festival Memet Ikan Klaten Meninggal, Diduga Serangan Jantung
Seorang peserta Festival Memet Ikan di Klaten meninggal dunia saat mengikuti acara. Polisi menduga korban mengalami serangan jantung setelah kelelahan.
Ilustrasi/JIBI-Bisnis.com-Himawan L Nugraha
Harianjogja.com, KLATEN—Tim pengadaan konstruksi memastikan proyek Tol Jogja-Solo (Joglo) tak bakal mengganggu jalan kabupaten maupun saluran irigasi. Pelaksana konstruksi proyek strategis nasional itu menjamin ada rekayasa teknis yang dilakukan pada perpotongan jalan tol dengan jalan kabupaten serta saluran irigasi.
Tim pengadaan konstruksi merupakan tim terdiri dari perwakilan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang dibentuk Pemkab Klaten untuk mengawal proyek konstruksi jalan tol. Pemkab juga membentuk tim pengadaan lahan yang mengawal proses pembebasan lahan untuk jalan tol.
BACA JUGA: Ditemukan Selamat, Begini Kronologi WN Ukraina Tersesat di Merbabu
Sekretaris Tim Pengadaan Konstruksi, Fadzar Indriawan, mengatakan tidak ada satupun jalan kabupaten yang bakal terganggu proyek Tol Jogja-Solo. Begitu pula dengan saluran irigasi. “Semua dipastikan aman. Sudah dijamin JMM [PT Jogjasolo Marga Makmur, pengembang jalan tol Solo-Jogja-Kulonprogo]. Tidak ada satu pun yang ditutup,” kata Fadzar saat ditemui di Pemkab Klaten pekan lalu.
Fadzar mengatakan rekayasa yang dilakukan untuk jalan kabupaten yakni akses tetap dipertahankan dengan konstruksi berupa jembatan maupun box culvert. Sementara, saluran irigasi bakal dibuatkan terowongan menggunakan box culvert dengan ketentuan tinggi minimal 2 meter.
“Tinggi saluran irigasi minimal 2 meter tujuannya agar orang bisa masuk untuk maintenance. Sementara, lebar saluran irigasi disesuaikan dengan saluran existing [yang sudah ada],” kata Fadzar yang menjabat Kabag Pembangunan Setda Klaten tersebut.
Fadzar menjelaskan ada beberapa jalan desa yang bersimpangan dengan jalan tol bakal dialihkan ke ruas lain. “Tetapi akses masih ada,” urai dia.
Ihwal ruas jalan kabupaten maupun saluran irigasi ketika pembangunan berlangsung, Fadzar juga menjelaskan tak bakal terganggu. Dia menjelaskan tim kabupaten bakal terus mengawal proses konstruksi Tol Jogja-Solo. “Di satu sisi jalan tol itu PSN [proyek strategis nasional]. Tetapi di sisi lain jangan sampai dengan jalan tol ini nanti masyarakat terganggu dan mendapatkan dampak negatif. Itu yang kami antisipasi. Oleh karena itu, kami membuat tim ini juga untuk mengantisipasi itu,” kata dia.
Pekan lalu tim pemkab menggelar rapat koordinasi dengan tim dari JMM. Rapat tersebut digelar untuk membahas rencana konstruksi ruas Tol Jogja-Solo seksi 1.2 dengan trase di wilayah Klaten sebagian Kecamatan Ngawen hingga Prambanan. Dalam rapat itu, ada 10 jalan kabupaten yang bakal bersimpangan dengan jalan tol. “Dalam rapat ini dibahas terkait lintasan. Ada yang sebagian berupa jembatan dan ada satu yang berupa box culvert,” kata dia.
Soal proyek konstruksi ruas jalan tol antara Ngawen hingga Prambanan, Fadzar menjelaskan menanti proses pengadaan lahan untuk tol rampung. Saat ini, proses pengadaan lahan baru memasuki wilayah Ngawen. Ditargetkan, proses pengadaan lahan terutama di wilayah Klaten dikebut pada 2022.
BACA JUGA: Sepi Penumpang & Merugi, YIA Bakal Kurangi Jumlah Karyawan
Sementara itu, soal konstruksi jalan tol wilayah Klaten yang masuk seksi 1.1 antara Kecamatan Polanharjo dan sebagian Ngawen, Fadzar menuturkan sudah dimulai di beberapa lokasi.
Disinggung jumlah total ruas jalan kabupaten yang bersimpangan dengan jalan tol, Fadzar menjelaskan cukup banyak. Dia memperkirakan ada sekitar 20 jalan kabupaten.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah tota kalan kabupaten yang bersimpangan dengan jalan tol ada 19 ruas mulai dari wilayah Kecamatan Polanharjo hingga Manisrenggo/Prambanan. Sebelumnya, pemkab sudah mengusulkan agar jalan kabupaten tak diubah. Selain itu, pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) merekomendasikan agar konstruksi bangunan persimpangan antara jalan tol dengan jalan kabupaten berupa konstruksi jembatan. Pertimbangan meminta konstruksi bangunan berupa jembatan bukan box culvert agar pandangan pengguna jalan yang melintasi jalan kabupaten yang bersimpangan dengan jalan tol tetap luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Seorang peserta Festival Memet Ikan di Klaten meninggal dunia saat mengikuti acara. Polisi menduga korban mengalami serangan jantung setelah kelelahan.
Rem motor macet bisa membuat roda seret dan membahayakan pengendara. Kenali delapan penyebab utama serta cara mengantisipasinya.
Erling Haaland menerima empat sertifikat Guinness World Records berkat pencapaiannya di Manchester City dan Timnas Norwegia, termasuk rekor 100 gol tercepat di
AI membuat pekerjaan kantoran makin terancam. Gen Z mulai melirik profesi teknis dan kerah biru yang menawarkan gaji tinggi serta sulit digantikan teknologi.
Remaja Korsel kini memilih SMK semikonduktor daripada kuliah. Lulusan langsung bekerja di Samsung dengan gaji Rp1,99 M/tahun, bonus hingga Rp7,1 M. AS juga keku
Ganda putra Indonesia punya 10 gelar juara dunia, terbanyak sepanjang sejarah. Fajar/Shohibul Fikri jadi tumpuan di BWF World Championships 2026 India. Bisa tam