13 Kali Bulan Purnama Warnai 2026, Ada Blue Moon dan Gerhana
Tahun 2026 dihiasi 13 kali bulan purnama, termasuk Blue Moon, supermoon, dan dua gerhana bulan, salah satunya gerhana total terakhir sebelum 2028.
Ilustrasi jam weker/wikihow.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Jika Anda penasaran apakah ada jam yang bisa menunjukkan paling tepat waktu di dunia? Maka inilah jawabannya. Jam buatan dua fisikawan Hidetoshi Yatori dan Jun Ye dianggap sebagai jam paling presisi atau paling tepat waktu di dunia.
Karena hal itu, mereka memperoleh uang sebesar US$3 juta karena telah membantu para ilmuwan mengembangkan jam tangan ultra-presisi untuk penelitian dan eksplorasi.
Mereka menerima Penghargaan Terobosan 2022 dalam Fisika Dasar atas kontribusi signifikan mereka terhadap penemuan dan pengembangan jam kisi optik yang memungkinkan pengujian presisi fisika dasar. Hukum alam, ”Perwakilan dari Hadiah Terobosan diumumkan hari ini (9 September).
BACA JUGA : Pengunjung Malioboro Akan Dibatasi Maksimal Dua Jam
Yatori berbasis di Universitas Tokyo dan RIKEN di Jepang, dan Ye menyebut Universitas Colorado di Boulder dan Institut Nasional Standar dan Teknologi di Amerika Serikat.
Karya Yatri dan Ye adalah kunci untuk menciptakan jam kisi optik, yang menurut perwakilan Hadiah Terobosan akan meningkatkan akurasi ketepatan waktu dengan faktor 1.000. Sebuah arloji baru kehilangan kurang dari satu detik, atau lebih dari dua kali lipat, jika dioperasikan selama 30 miliar tahun.
Jam kisi optik adalah langkah maju dalam evolusi di luar Jam atom masa lalu, Ini didasarkan pada lompatan kuantum yang dibuat oleh elektron dari atom berenergi. Tentu saja, "1 detik" Secara formal didefinisikan Sebagai 9.192.631.770 siklus radiasi yang menyebabkan lompatan kuantum dengan memasukkan elektron ke dalam atom cesium.
Jam atom awalnya menggunakan radiasi frekuensi gelombang mikro untuk memicu lompatan ini. Pergantian cahaya, yang dicirikan oleh frekuensi sekitar 100.000 kali gelombang mikro, telah maju. Menurut perwakilan terobosan, frekuensi yang lebih tinggi ini memungkinkan akurasi penunjuk waktu yang lebih tinggi, mirip dengan jam tangan kakek dengan ayunan pendulum yang cepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Tahun 2026 dihiasi 13 kali bulan purnama, termasuk Blue Moon, supermoon, dan dua gerhana bulan, salah satunya gerhana total terakhir sebelum 2028.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.