Update Rekapitulasi Suara Per Pukul 15.00 WIB, Prabowo-Gibran Raup 58,62% Anies-Imin 25,08%
Hasil rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pilpres 2024 dari 37 provinsi di Indonesia oleh KPU, Prabowo-Gibran memimpin.
Surya Paloh,Ketua Umum DPP Partai NasDem memberikan tanggapan saat pertemuan antara Presiden Jokowi dengan para ketua dan sekjen partai politik koalisi pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/8/2021)/Youtube-Sekretariat Presiden
Harianjogja.com, JAKARTA - Surya Paloh, Ketua Umum DPP Partai NasDem, mengapresiasi kerja keras yang telah dilakukan Presiden Joko Widodo bersama kabinet Indonesia Maju yang dipimpinnya.
Hal itu diungkapkan Surya Paloh saat bersama para ketua dan sekjen partai politik koalisi pemerintah menemui Kepala Negara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/8/2021). Video pertemuan itu baru saja diunggah oleh akun Youtube resmi milik Sekretariat Presiden, Sabtu (28/8/2021) siang.
BACA JUGA : Jokowi Sebut Peringkat Vaksinasi Indonesia Tidak Terlalu Buruk
"Semua sepakat, secara jujur kami mengapresiasi kerja keras yang telah dilakukan. Kami berbesar hati, bagi saya pribadi dan tentu bagi seluruh keluarga besar partai yang saya wakili, merasa berbangga hati atas seluruh jerih payah kerja keras yang telah dilaksanakan Presiden Jokowi berserta seluruh jajaran kabinet dalam penanggulangan masalah Covid-19 ini," ujarnya.
Surya Paloh mengakui bahwa problem yang dihadapi Indonesia saat ini tidak mudah dan tidak sederhana. Apalagi, jelas dia, seluruh pemangku kepentingan dihadapkan pada tugas untuk membangun kesadaran masyarakat untuk bisa berperan aktif menjadi warga negara yang mengerti hak dan kewajibannya.
"Kita juga berhadapan dengan realitas tingkat disiplin disiplin pribadi, juga disiplin nasional sebagai suatu bangsa. Etos kita masih lemah. Soal ekonomi, tidak ada pertumbuhan pun menurut saya sudah satu kemenangan bagi kita sebagai suatu bangsa dalam menghadapi permasalahan seperti ini," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan kabar menggembirakan terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
BACA JUGA : Demi Empati, Jokowi Diminta Sumbangkan Gajinya untuk Penanganan Covid-19
"Perkembangan kasus harian Covid-19 ini memang betul-betul sulit diduga, tapi Alhamdulillah pada 24 Agustus kemarin kita sudah berada di angka 19.000 [kasus aktif Covid-19] dari 56.000 [kasus aktif]," jelasnya.
Dia mengungkapkan bahwa tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit juga semakin menurun yakni mencapai 30 persen setelah sempat hampir meyentuh 80 persen pada Juli 2021. Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia juga sudah melampaui angka rata-rata dunia dengan tingkat kesembuhan sebsar 89,97 persen.

Selain itu, Kepala Negara mengatakan bahwa realisasi program vaksinasi Covid-19 di Tanah Air tidak begitu buruk bila dibandingkan negara-negara lain. Jokowi memerinci berdasarkan jumlah orang atau sasaran vaksinasi, Indonesia menduduki peringkat kempat. Posisi Indonesia hanya berada di bawah India, Amerika Serikat dan Brasil.
"Peringkat vaksinasi kita ini dari 220 negara, peringkat kita nggak jelek-jelek amat sih," jelas Presiden Jokowi.
Berdasarkan total suntikan, sambung mantan Wali Kota Solo ini, Indonesia berada di posisi ketujuh. Indonesia berada di negara seperti Jerman, Jepang, Brasil, Amerika, Serikat, India dan China. "Kita nomor tujuh. Sampai hari ini sudah disuntikkan 91,9 juta dosis yang kita suntikkan," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Hasil rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pilpres 2024 dari 37 provinsi di Indonesia oleh KPU, Prabowo-Gibran memimpin.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.