Bos Pakuwon Rela Bongkar Pagar Mal Kota Kasablanka, Ini Alasannya

Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi Senin, 03 Agustus 2026 07:37 WIB
Bos Pakuwon Rela Bongkar Pagar Mal Kota Kasablanka, Ini Alasannya

Penampakan pagar besi menjulang di depan Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026). Bisnis/ Muhammad Sulthon S.K.\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Pagar pembatas di Mal Kota Kasablanka akan dibongkar setelah pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memastikan kondisi ekonomi nasional berada dalam situasi kondusif. Keputusan tersebut disampaikan setelah adanya komunikasi antara Menteri PKP Maruarar Sirait dengan pendiri Pakuwon Group, Alexander Tedja.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan Alexander Tedja telah memastikan pagar di Mal Kota Kasablanka atau Kokas akan dibongkar. Sementara itu, penataan pada properti Pakuwon Group lainnya akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

"Mereka adalah pemilik mal dan hotel di Indonesia. Sikap kedua pemilik mal ini patut diapresiasi karena situasi keamanan kita memang baik,” katanya dalam keterangan resmi, Minggu (2/8/2026).

Maruarar yang akrab disapa Ara menjelaskan komunikasi dengan pendiri Pakuwon Group dilakukan sebagai tindak lanjut atas perhatian publik terhadap pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan.

Menurut dia, langkah membongkar pagar di Mal Kota Kasablanka sekaligus menyesuaikan penataan properti lainnya diharapkan tidak memunculkan persepsi yang keliru mengenai situasi keamanan maupun kondisi ekonomi nasional.

Pramono Minta Pagar Mal Dicabut

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta pengelola mal yang memasang pagar tinggi agar segera melepasnya. Ia mengaku mengikuti perkembangan pemasangan pagar tersebut dan memahami adanya kekhawatiran dari pengelola.

Namun, Pramono menilai kekhawatiran yang berlebihan tidak diperlukan.

"Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati, mungkin bagian dari kekhawatiran tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali. Karena kekhawatiran yang berlebihan juga tidak baik," katanya kepada awak media di Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (31/7/2026).

Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, serta aparat penegak hukum lainnya untuk memastikan keamanan di Jakarta tetap terjaga.

Ia juga memahami adanya kekhawatiran masyarakat yang berkaitan dengan peristiwa demonstrasi pada akhir Agustus tahun lalu yang berlangsung selama beberapa hari di DPR, Polda Metro Jaya, hingga Markas Brimob Kwitang.

"Kekhawatiran seperti bulan Agustus tahun lalu. Tapi mudah-mudahan nggak. Saya yakin nggak, saya yakin nggak," katanya.

Polri Pastikan Kamtibmas Tetap Kondusif

Sebelumnya, Polri menegaskan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Indonesia tetap kondusif di tengah sorotan terhadap pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal dan pusat perbelanjaan dalam beberapa hari terakhir.

Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Komjen Polisi Fadil Imran mengatakan hingga Sabtu (1/8/2026), tidak ditemukan kejadian menonjol berdasarkan data daily operating reporting system.

“Sampai hari ini, berdasarkan data daily operating reporting system, itu tidak ada hal yang menonjol, tidak ada,” kata Fadil di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Fadil, pemasangan pagar oleh pemilik properti seperti mal merupakan hal yang wajar. Karena itu, masyarakat diminta tidak terpancing narasi yang menyebut akan terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online