Gunung Ile Lewotolok di NTT Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 600 Meter
Gunung Ile Lewotolok di Lembata, NTT, erupsi dua kali. Kolom abu mencapai 600 meter dan warga diminta menjauhi sejumlah zona bahaya.
Teror bra misterius gegerkan warga Rembang. /Suara.com
Harianjogja.com, REMBANG - Warga di Perumahan Sumber Mukti Indah Sumberejo, Kecamatan/Kabupaten Rembang mendapatkan teror misterius. Beberapa hari terakhir, ditemukan bra yang diletakkan seseorang di sejumlah titik di kawasan perumahan Mukti Indah Sumberejo.
Bra tersebut digantungkan di tengah-tengah net lapangan bola volly, teras rumah warga, kemudian ditaruh ke tempat jemuran, bra tersebut hingga tercecer di pinggir jalan.
Ketua RT 01/RW 07 Perumahan Sumber Mukti, Ramin, menyampaikan teror bra tak bertuan yang misterius ini terjadi kawasannya dekat lapangan badminton perumahan.
Baca juga: Nekat Masuk Pantai Wediombo, Puluhan Wisatawan Diusir Petugas
"Memang disekitar area tersebut ada lokasi jemuran yang sering dipakai masyarakat sekitar," terangnya, Minggu (1/8/2021).
Lanjut Ramin, umumnya warga hanya menjemur pakaian biasa di sana. Sedangkan pakaian dalam seperti bra dan sejenisnya dijemur terpisah di dalam rumah.
"Kalau jemur kayak gitu, warga sini biasanya kan di dalam rumah mas, nggak di luar begitu," kata dia.
Ia heran ketika memergoki tiga buah bra berada di atas jemuran, karena tidak biasanya seperti itu.
Baca juga: Kasus Covid-19 Pada Anak Tinggi, Vaksinasi di Sekolah & Pesantren Digencarkan
Anehnya, saat temuan itu diumumkan, tidak ada seorang pun warga yang merasa memiliki.
Ia baru menyadari ada yang tidak beres, ketika ternyata di beberapa RT lain juga terjadi peristiwa serupa.
"Kemudian di WA group RT, saya tahu ternyata di RT lain juga ada yang dicantolkan ke net volly, tercecer di jalan, dan di depan teras," ujarnya.
Terpisah, Ketua RW 07 Perumahan Sumber Mukti Indah Sumberejo, Agus Salim, membeberkan jika sejauh ini belum ada informasi warga kehilangan bra.
Meski demikian, pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan keamanan dan memantau lingkungannya masing-masing.
"Pertemuan RT sementara kita tiadakan, karena pandemi. Mungkin ada beberapa orang memanfaatkan kelengahan, jadi pantauan ke lingkungan perlu ditingkatkan," jelasnya.
Dirinya belum bisa menduga-duga apa motif dibalik bra misterius tersebut. Kalau seandainya pelaku mencuri, tentu barang akan dibawa, tidak ditaruh di tempat-tempat umum semacam itu.
"Entah orang iseng atau ada motif apa, kita belum mengetahui," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Gunung Ile Lewotolok di Lembata, NTT, erupsi dua kali. Kolom abu mencapai 600 meter dan warga diminta menjauhi sejumlah zona bahaya.
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau disebut tak mengarah ke DIY. Sultan dan Dinkes DIY mengimbau masyarakat tetap memakai masker.
Tri Hita Karana Universal Reflection Ceremony di Bali mempertemukan delegasi 70 negara untuk menyerukan perdamaian di tengah disrupsi AI.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot mengevaluasi portal di sirip Malioboro agar akses pejalan kaki dan penyandang disabilitas tidak terganggu.
KAI menambah rangkaian dan perjalanan kereta pada 7 September 2026. Cek rute kereta tambahan dari Jakarta, Jogja, hingga Surabaya.