73 Kuota Jalur Mandiri Unsoed Disetting, Calon Maba Dimintai Uang
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
Komet/JIBI-Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Astronom di Selandia Baru menemukan koma atau zona gas dan debu yang menyebar di sekitar megakomet C/2014 UN271, juga dikenal sebagai Bernardinelli-Bernstein, yang mungkin 1.000 kali lebih besar daripada komet biasa.
Ini bisa menjadi komet paling masif yang pernah ditemukan dalam catatan sejarah Bumi.
Tim yang memantau gambar yang diambil oleh Las Cumbres Observatory (LCO) tersebar di seluruh dunia dan gambar dari salah satu teleskop 1 meter LCO yang disajikan di South African Astronomical Observatory.
Anggota tim LCO Michele Bannister, dari Universitas Canterbury Selandia Baru menjelaskan gambar pertama komet tidak terlalu jelas karena satelit, kemudian yang lain ternyata cukup jelas, dan itu tampak seperti titik kabur kecil yang indah tidak seperti bintang lainnya.
Apa yang menarik perhatian Bannister adalah koma berbusa yang muncul pada jarak yang luar biasa dari matahari. Jaraknya sekitar dua kali lipat jarak orbit Saturnus dari matahari. Energi matahari pada saat itu adalah sebagian kecil dari apa yang kita nikmati di Bumi.
Konon, komet memiliki banyak massa yang bisa memanas. Inti besar (atau nukleus) Bernardinelli-Bernstein diperkirakan berdiameter lebih dari 62 mil (100 km), yang tiga kali lebih besar dari nukleus komet terbesar yang diketahui berikutnya yaitu komet Hale-Bopp, komet yang terkenal.
Sayangnya, Bernardinelli-Bernstein tidak akan terlalu dekat dengan planet kita untuk bisa diobservasi.
Pendekatan terdekat Bernardinelli-Bernstein ke matahari masih akan berada di luar Saturnus pada Januari 2031, tetapi para astronom memiliki satu dekade untuk merencanakan pendekatan itu.
Proyek LOOK LCO, yang telah mengamati beberapa komet, akan terus mengamati Bernardinelli-Bernstein. Proyek ini diharapkan dapat membantu karena jaringan teleskopnya memungkinkan untuk merespons cepat dalam waktu 15 menit setiap kali ledakan terjadi.
Selain itu, ada juga fasilitas Transien Zwicky dan Observatorium Vera C. Rubin yang akan datang, yang memantau bagian langit setiap malam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Menteri LH Moh Jumhur Hidayat menyebut industri kendaraan listrik berperan penting dalam upaya Indonesia mengejar target net zero emission 2060.
BPJS Ketenagakerjaan menargetkan kepesertaan pekerja informal mencapai 20% pada 2026 melalui strategi 3R dan penguatan literasi jaminan sosial.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya, berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 29 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.