Arab Saudi Kecam Serangan Houthi, Sebut Pilih Eskalasi Militer
Arab Saudi mengecam serangan Houthi terhadap fasilitas sipil dan situs suci serta menegaskan hak membela wilayah dan kedaulatan.
Menteri Kuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan kepada wartawan terkait realisasi APBN triwulan pertama 2018 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (16/4/2018)./Antara-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan sebanyak 2.474 pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu terpapar Covid-19. Beberapa di antaranya isolasi secara mandiri di rumah, ada juga yang menjalani perawatan di rumah sakit.
"Kita berdoa semoga mereka segera mendapatkan kesembuhan dan kekuatan dalam menghadapi Covid-19," katanya dalam Upacara Peringatan Hari Pajak Ke-76 di Jakarta, Rabu.
Sementara itu, Sri Mulyani menuturkan sebanyak 7.652 pegawai DJP lainnya telah sembuh dari Covid-19, sedangkan 51 orang meninggal dunia.
"Kita bersedih dan kita mendoakan kawan-kawan kita 51 orang yang telah mendahului kita dan menjadi korban Covid-19," ujarnya.
Sri Mulyani mengingatkan para jajaran DJP untuk tetap menjaga keselamatan diri dengan menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan tugas negara yakni mengumpulkan penerimaan pajak.
Baca juga: Polisi Tangkap 3 Pelaku Kericuhan PPKM Darurat di Surabaya
Ia menuturkan para pegawai DJP memiliki tugas sangat penting di tengah situasi pandemi karena mereka harus mengumpulkan penerimaan dalam rangka menjaga stabilitas APBN.
Ia menegaskan APBN menjadi instrumen utama untuk membantu masyarakat dan dunia usaha agar mampu bertahan dari serbuan dampak pandemi COVID-19.
Terlebih lagi, penerimaan pajak tahun lalu sempat terkontraksi mencapai 12 persen dan tahun ini diproyeksikan mampu mencapai 95,7 persen dari target Rp1.229,6 triliun atau tumbuh 9,7 persen (yoy).
Di sisi lain, penerimaan pajak semester I baru mencapai Rp557,8 triliun atau tumbuh positif 4,9 persen (yoy) sehingga diharapkan semester II mendatang dapat tumbuh positif.
Sri Mulyani menyatakan negara yang telah keluar dari krisis pandemi merupakan negara yang mampu merumuskan langkah-langkah di bidang kesehatan dan pemulihan ekonomi sekaligus menjaga kegotongroyongan melalui penerimaan pajak.
"Pajak menjadi simbol dari kegotongroyongan tersebut," ujarnya.
Oleh sebab itu, ia mengatakan seluruh jajaran DJP dalam menjalankan tugas mengelola penerimaan pajak harus berupaya dengan semangat optimis namun tetap waspada menjaga diri.
"Dalam ikut mendukung langkah-langkah penanganan pandemi kita harus tetap berupaya dengan semangat optimis namun tidak berarti kita tidak waspada," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Arab Saudi mengecam serangan Houthi terhadap fasilitas sipil dan situs suci serta menegaskan hak membela wilayah dan kedaulatan.
Aleix Espargaro comeback di MotoGP Mandalika 2026 menggantikan Joan Mir. Honda menargetkan adaptasi RC213V sekaligus pengembangan motor.
KPK akan memeriksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid pekan ini terkait perkara dugaan korupsi pengurusan HGB Summarecon di Bogor.
Ideologi ekstrem menyasar ruang digital. Amir Mahmud menilai Pancasila, literasi, dialog dan ketahanan sosial penting menjaga persatuan bangsa.
Nomor tak dikenal terus menelepon? Cek melalui Aduan Nomor Komdigi, identifikasi spam, blokir, dan hindari memberikan data pribadi.
Pantai Baron Gunungkidul mendapat program Kampung Nelayan Merah Putih sekitar Rp3 miliar. Salah satunya pembangunan pabrik es berkapasitas 1 ton per hari.