Pemberdayaan Masyarakat dan Semangat Pembangunan Indonesia
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Desi Natalia menemukan segepok uang di sekitar Kantor Pos Indonesia Solo saat menawarkan jasa penukaran uang baru di Jl. Jenderal Sudirman, Jumat (7/5/2021)./Solopos.com-Ichsan Kholif Rahman
Harianjogja.com, SOLO - Desi Natalia, 42, warga Losari, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo yang mengembalikan segepok uang belasan juta rupiah yang ditemukannya tergeletak di pinggir jalan.
Desi, si penemu uang, setiap hari berjualan amplop dan perangko di Jl. Flores atau di kawasan Kantor Pos Indonesia Solo. Tapi beberapa hari terakhir dia melayani jasa penukaran uang baru di Jl. Jenderal Sudirman Solo.
Saat berbincang dengan JIBI pada Jumat (7/5/2021), Desi menceritakan pengalaman unik yang dialaminya pada Kamis (6/5/2021).
Dia berangkat kerja seperti biasa dari kediamannya menuju lapak kecil tempat biasa ia membantu suaminya Anton Margono mengais rezeki jelang Hari Raya Idulfitri.
Namun, langkahnya terhenti karena melihat segepok uang dengan nominal Rp100.000 tergeletak di Jl. Flores, beberapa meter dari lapak miliknya.
“Saya kaget sekali, gemetaran. Uangnya banyak sekali. Saya simpan dan saya melanjutkan berjualan perangko sembari saya menunggu kalau ada orang cluluk mencari uang itu,” katanya seperti dikutip dari Solopos.com, Sabtu (8/5/2021).
Desi kemudian membuka media sosial Facebook dan menemukan unggahan dari seorang warga yang mengaku kehilangan uang Rp20 juta.
Tak pikir panjang, Desi langsung menghubungi nomor telepon orang yang mengaku kehilangan uang.
"Saya telepon dia dan saya mengaku menemukan uang itu. Lalu, orang itu datang ke rumah,” papar dia.
Saat menemui pemilik uang yang diketahui bernama Febri itu, Desi mencocokkan bukti-bukti. Desi menjelaskan uang itu berjumlah Rp16,4 juta dengan beberapa nama orang sebagai penanda.
“Saya tetap kembalikan, itu bukan hak saya. Uang itu banyak, saya uang Rp2.000 hilang saja pasti bingung. Apalagi pemilik uang itu, ya kalau uang itu miliknya saja. Bagaimana kalau uang itu juga hak orang banyak, saya tidak sampai hati,” papar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Kolonel Inf Priyo Handoyo terpilih menjadi Komandan Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka. Berikut profil, perjalanan karier, dan rekam jejak perwira TNI AD te
Gunung Anak Krakatau mengalami delapan kali letusan disertai lava pijar. Status aktivitas masih Level III atau Siaga.
BMKG mencatat 1.598 gempa susulan pascagempa magnitudo 7,7 di NTT. Aktivitas seismik masih terus dipantau.
“Remisi harus menjadi pendorong untuk terus memperbaiki diri, membangun kesadaran, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik,” demikian pesan Menteri
iPhone lipat pertama Apple, iPhone Ultra, dikabarkan hanya akan tersedia di AS pada peluncuran awal September 2026. Pasokan terbatas dan masalah produksi jadi a