Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Ini Kata Pemerintah
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada triwulan II 2026. Pemerintah menyebut pertumbuhan makin berkualitas karena kemiskinan dan pengangguran turun.
Petugas gabungan dari BKSDA Kalbar dan TNI/Polri berhasil mengamankan harimau yang lepas dari Sinka Zoo. /ANTARA-dok Aspri
Harianjogja.com, PONTIANAK- Dua harimau yang lepas dari kebun binatang Sinka Zoo Singkawang akhirnya berhasil ditangkap oleh tim gabungan yang terdiri dari BKSDA dan TNI-Polri, Sabtu (6/2/2021).
Harimau kuning berhasil dilumpuhkan dengan peluru tajam pada Sabtu pagi dan harimau putih berhasil dilumpuhkan dengan peluru bius Sabtu sore.
Usai ditembak dengan peluru bius, petugas harus menunggu kurang lebih 20 menit sambil memantau pergerakan harimau putih, hingga harimau tersebut benar-benar pingsan.
Baca juga: Sinabung Luncurkan Awan Panas 2,5 Kilometer
Harimau putih yang sudah dalam keadaan pingsan kemudian dimasukkan ke dalam jaring oleh petugas untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Keberhasilan itupun mendapat respon positip dari Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie.
"Terima kasih kepada tim gabungan dan doa kawan-kawan," kata Tjhai Chui Mie.
Sebelumnya, Kapolres Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo mengatakan, jika tim gabungan telah berhasil melumpuhkan salah satu harimau yang lepas, pagi tadi.
Baca juga: Kebanjiran, Bandara Ahmad Yani Semarang Ditutup
"Tadi pagi, kami bersama Brimob, BKSDA dan TNI berupaya melakukan upaya-upaya pelumpuhan dengan cara menembakkan peluru bius namun tidak berhasil," kata Adhi.
Tetapi setelah melakukan koordinasi dengan BKSDA, mengingat harimau tersebut juga sudah menjebol beberapa kandang hewan yang ada di Sinka Zoo, kemudian membunuh bahkan memangsa hewan yang ada di Sinka Zoo.
"Sehingga dengan sangat terpaksa tim gabungan memberikan tindakan tegas dengan menggunakan peluru tajam," ujarnya.
Menurutnya, harimau yang berhasil dilumpuhkan diperkirakan usianya sekitar 1,5 tahun. Sedangkan satunya berusia sekitar 1 tahun.
Kapolres mengungkapkan, beberapa pertimbangan dilumpuhkannya harimau tersebut dengan peluru tajam, pertama, obat bius tidak bisa menembus ke badannya.
Kedua, dari BKSDA menyampaikan bahwa naluri alaminya sudah muncul kembali, dimana harimau tersebut telah menjebol beberapa kandang hewan yang ada di Sinka Zoo, kemudian membunuh dan memangsa hewan tersebut.
"Sehingga dikhawatirkan harimau tersebut bisa membahayakan masyarakat yang ada di sekitar Sinka Zoo," ungkapnya.
Adhi menyebutkan, sampai dengan hari ini baru ada satu korban jiwa akibat serangan hewan buas tersebut.
"Korban bukan merupakan pawang harimau tetapi kiper dari bagian kuda di Sinka Zoo," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada triwulan II 2026. Pemerintah menyebut pertumbuhan makin berkualitas karena kemiskinan dan pengangguran turun.
Bursa transfer musim panas Eropa 2026 memasuki fase akhir. Simak jadwal penutupan Premier League, La Liga, Serie A, Bundesliga, dan Ligue 1.
Survei Pew Research Center menyebut 92 persen warga Indonesia belum pernah ke luar negeri. Faktor ekonomi hingga akses visa jadi penyebab.
Kepala Wasit UEFA Roberto Rosetti mengkritik penggunaan VAR yang dinilai terlalu berlebihan dan meluncurkan platform Clear Line.
Anthropic resmi bangun tim chip semikonduktor kustom untuk AI Claude. Buka lowongan insinyur dengan gaji hingga Rp8,7 miliar. Strategi multi-vendor tetap dipert
Hujan meteor Perseid mencapai puncak pada 12-13 Agustus 2026. Simak waktu terbaik dan peluang pengamatan fenomena langit ini dari Indonesia.