650 Orang Berebut Posisi Volunteer MIF 2026 di Mandalika
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
Gajah sumatera betina usia 20 tahun ditemukan mati di Aceh Tengah diduga tersengat kawat listrik. BKSDA Aceh pasang police line dan lakukan nekropsi. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Satu ekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati di areal perkebunan warga Desa Karang Ampar, Kabupaten Aceh Tengah. Kematian satwa dilindungi itu diduga akibat tersengat kawat listrik bertegangan tinggi yang dipasang di sekitar kebun.
Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh mengonfirmasi temuan tersebut. Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, gajah berjenis kelamin betina dengan perkiraan usia sekitar 20 tahun itu diduga mati pada Jumat malam (20/2).
Menurut Ujang, saat ditemukan, belalai gajah masih dalam kondisi terlilit kawat yang dialiri arus listrik tegangan tinggi.
“Pemasangan kawat berarus listrik tegangan tinggi membawa risiko besar yang tidak hanya membahayakan satwa liar, tetapi juga keselamatan jiwa kita sendiri, keluarga, dan warga sekitar,” ujar Ujang dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Laporan kematian satwa tersebut diterima dari warga pada Sabtu (21/2). Menindaklanjuti informasi itu, tim BKSDA Aceh bersama personel Polsek Karang Ampar, Bhabinkamtibmas, serta mitra dari WWF Indonesia langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
Petugas kemudian memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi guna mengamankan area. Langkah ini dilakukan sambil menunggu kedatangan tim medis yang sedang menuju tempat kejadian untuk melakukan proses bedah bangkai (nekropsi) sekaligus penguburan gajah.
Ujang kembali menegaskan bahwa praktik pemasangan kawat listrik bertegangan tinggi sangat berbahaya dan berisiko fatal, baik bagi satwa liar maupun manusia. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan metode tersebut dalam melindungi lahan perkebunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.