Istana Ungkap Kriteria Gubernur BI Baru: Wajib Merah Putih
Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut kriteria Gubernur Bank Indonesia baru wajib "merah putih". Presiden Prabowo belum mengajukan calon definitif ke DPR.
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro menyerahkan hibah 1 unit Mobile Bio Safety Laboratorium 2 (Mobile BSL-2) kepada Pemerintah Kota Bogor, Senin (11/1/2021). /BPPT
Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan bahwa industri vaksin di Indonesia disebut memiliki prospek yang cerah. Untuk itu, menurutnya industri vaksin di Indonesia seharusnya tumbuh kuat dan mandiri untuk memenuhi kebutuhan berbagai macam vaksin di masa depan.
"Tantangan yang harus kita hadapi di sisi lain juga peluang. Artinya bahwa sebenarnya industri vaksin di Indonesia harusnya tumbuh kuat, mandiri dan prospektif dari sudut pandang ekonomi dan bisnis," katanya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (23/1/2021).
Industri vaksin Tanah Air, menurutnya, dapat memiliki masa depan prospektif karena Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk mencapai 270 juta orang. Jumlah penduduk tersebut, lanjutnya, merupakan pasar yang potensial untuk penjualan vaksin.
"Pengembangan vaksin ini tidak akan pernah berhenti dan untuk memenuhi kebutuhan 270 juta penduduk, apalagi kalau kita arahnya \'preventive medicine\', mau tidak mau industri vaksinnya harus kuat, jadi tidak hanya sisi penelitian tapi juga sisi industrinya," katanya.
Vaksin yang dibutuhkan, kata dia, juga bukan hanya vaksin untuk Covid-19 tapi juga vaksin untuk penyakit lain.
"Di luar kebutuhan untuk pandemi kita juga butuh untuk keperluan misalkan kesehatan masyarakat dari sejak anak-anak mendapatkan imunisasi yang sesuai dan imunisasinya sekarang juga kan semakin beragam," kata Bambang.
Oleh karena itu, Menristek mengatakan pihaknya telah mengajak industri swasta selain BUMN untuk melakukan penelitian dan pengembangan vaksin untuk mewujudkan kemandirian Indonesia terhadap vaksin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut kriteria Gubernur Bank Indonesia baru wajib "merah putih". Presiden Prabowo belum mengajukan calon definitif ke DPR.
Polisi masih menyelidiki penyebab meninggalnya taruna Akpol Semarang berinisial AMM yang ditemukan terluka di kompleks pendidikan Akpol.
Dinsos Bantul menargetkan setiap pendamping PKH meluluskan 24 KPM dari bansos pada 2026 untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.
Belanja gaji pegawai Pemkab Sleman 2027 turun menjadi Rp787,97 miliar. BKAD mewaspadai TPP terdampak jika target PAD tidak tercapai.
Pemerintah memastikan pemisahan anggaran BGN dari fungsi pendidikan mulai diterapkan pada penyusunan APBN 2028 sesuai putusan MK.
Balita menjadi kelompok paling rentan TBC di Kota Jogja. Hingga 23 Juli 2026 tercatat 174 anak terdiagnosis tuberkulosis.