Angka Kelaparan Dunia Turun, Target Nol Kasus di 2030 Belum Aman
PBB mencatat tingkat kelaparan global menurun pada 2025, tetapi target Nol Kelaparan 2030 masih menghadapi berbagai tantangan.
Sel virus Corona/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA – Meski sudah banyak merenggut nyawa, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang tak percaya dengan adanya virus Corona (Covid-19). Banyak yang menganggap pandemi ini hanya konspirasi buatan pemerintah, tapi yang harus diketahui adalah bahwa virus ini benar-benar ada dan nyata.
“Kalau masih percaya teori konspirasi nggak apa-apa, tapi yang pasti harus tahu bahwa virus ini betulan ada, virusnya ukurannya kecil sekali hanya 100 nanometer. Kalau ada celah 1 milimeter bisa muat 10.000 virus di situ. Jadi virus ini nyata, bisa dilihat pakai mikroskop elektron,” kata Dokter UGD RS Prikasih Gia Pratama dalam bincang KPCPEN, Jumat (13/11/2020).
Dokter Gia pun mengimbau masyarakat agar jangan takut, tapi juga jangan meremehkan virus ini. Masyarkat diminta tetap melakukan 3M, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan memakai masker secara disiplin.
“Insyaallah walaupun kondisinya memang makin susah, kita bisa melawan virus ini dan menyambut masa depan lebih cerah,” ujarnya.
Sementara itu, memasuki 9 bulan pandemi di Indonesia, Jubir Satgas Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro mengatakan meski kasus masih terus bertambah, tapi tren angka kasus aktif di Indonesia sudah menurun, sementara tren kesembuhan juga meningkat.
Dia menambahkan, penanganan Covid-19 di Indonesia sudah berada pada jalur yang tepat. Berdasarkan temuan Nielsen, Indonesia juga menjadi negara yang paling optimistis di Asia Tenggara terkait penanganan Covid-19.
“Ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang makin rutin terus mengikuti petunjuk pemerintah, pantau berita lewat televisi. Dan konsistensi kepercayaan masyarakat terhadap bangsanya sendiri dalam bergerak maju juga terus naik,” lanjutnya.
Sebagai informasi, angka kesembuhan per 1 November sudah mulai naik, tingkat sembuh dari total kasus mencapai 82,84 persen. Angka sembuh dan selesai isolasi meningkat 80,51 persen. Penyediaan jutaan obat juga terus berjalan dengan lancar.
“Sebagian besar obat juga sudah diproduksi oleh industri farmasi nasional dan bahan bakunya sudah masuk sejak awal April. Per 4 November 2020 obat sudah didistribusikan ke 34 dinkes provinsi dan 779 rumah sakit. Untuk mengantisipasi pemenuhan kebutuhan sampai Desember sedang dilakukan penambahan obat, jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan penanganan Covid-19 Indonesia,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
PBB mencatat tingkat kelaparan global menurun pada 2025, tetapi target Nol Kelaparan 2030 masih menghadapi berbagai tantangan.
Pakar UGM mengungkap slow jogging dapat mengaktifkan vagus nerve yang membantu menjaga kesehatan mental, menurunkan risiko depresi, dan menyehatkan tubuh.
Gerakan Segoro Rejan resmi dimulai di Kelurahan Wirobrajan. Warga bergotong royong reresik lingkungan setiap Minggu Legi bersama pemerintah dan mahasiswa UMY.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Agustus 2026 lengkap di SIMMADE, MPP, Simenor, dan Satpas beserta biaya perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Agustus 2026 lengkap dengan lokasi, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta biaya resmi.
Jadwal SIM Keliling dan Samsat Malam SSA Bantul Agustus 2026 lengkap dengan syarat perpanjangan SIM serta layanan PKB tahunan.