Rupiah Menguat ke Rp17.997 per Dolar AS, Ditopang PMI Manufaktur
Rupiah menguat ke Rp17.997 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin, didorong perbaikan PMI manufaktur Indonesia dan sentimen global.
Kirab wayang kulit yang dilakukan oleh anak-anak dan remaja mewarnai Hari Wayang Internasional di kawasan Candi Borobudur./ANTARA-Heru Suyitno
Harianjogja.com, MAGELANG - Anak-anak dan remaja melakukan kirab wayang kulit untuk merayakan Hari Wayang Internasional di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (7/11/2020).
Kirab yang diberi nama "laku wayang" tersebut diikuti sekitar 50 anak dan remaja, masing-masing membawa tokoh wayang kulit, mereka berangkat dari halaman Balai Konservasi Borobudur menuju halaman Candi Borobudur.
Sesampai di pelataran Candi Borobudur, peserta laku wayang yang dipimpin Ketua Sanggar Kinara Kinari Eko Sunyoto tersebut berjalan satu putaran mengelilingi candi dan berhenti di halaman sisi barat candi.
Pada kesempatan tersebut, mereka juga mendoakan almarhum dalang asal Jogja Ki Seno Nugroho yang telah meninggal beberapa hari lalu.
Baca juga: Terapkan Protokol Kesehatan, Tempat Pengungsian Merapi Dibuat Bilik-Bilik
Eko Sunyoto mengatakan laku wayang merupakan rangkaian dalam kegiatan "World Wayang Way Borobudur" yang digelar pada 6-7 November 2020.
Ia menyebutkan dalam World Wayang Way Borobudur digelar sejumlah kegiatan, yakni pergelaran wayang, workshop wayang, layaran film wayang, pituturan dongeng wayang, laku wayang, dan pameran wayang.
Eko menyampaikan World Wayang Way Borobudur yang ketiga ini dengan tema "Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso tut wuri handayani".
"Melalui kegiatan ini kami ingin menghayati, dengan adanya pandemi ini kita berkarya yang jelas dan kita ingin mengembalikan nilai-nilai leluhur dulu bahwa Nusantara ini sebenarnya kaya akan khasanah dan keanekaragaman serta kebhinnekaan," katanya.
Ia mengatakan bersandar dari hal tersebut maka World Wayang Way Borobudur tahun ini tetap dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan.
"Jadi kegiatan tetap berlangsung, tetapi diselenggarakan dengan melibatkan orang dalam jumlah terbatas. Seharusnya yang ikut arak-arakan di laku wayang ini seharusnya 324 orang, tetapi hanya dibatasi oleh 50 orang," katanya.
Kemudian pada tahun-tahun sebelumnya laku wayang dilakukan dari Pondok Tingal menuju Candi Borobudur, tetapi kali ini diperpendek dari halaman Balai Konservasi menuju Candi Borobudur agar tidak mengundang penonton guna menghindari kerumunan.
Baca juga: Sleman Tetapkan Tanggap Darurat Erupsi Merapi
Ia berharap melalui World Wayang Way Borobudur ini generasi milenial ada pengalaman, mereka tidak hanya mengenal wayang saja, tetapi bagaimana membuat wayang, mewarnai wayang, dan bisa merasakan memegang wayang yang sesungguhnya.
"Jadi ini pengalamannya lengkap, kami melakukan pengenalan pada anak-anak, harapannya nanti World Wayang Way Borobudur bisa menjadi pilot projek sebuah pengenalan wayang kepada generasi milenial," katanya. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah menguat ke Rp17.997 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin, didorong perbaikan PMI manufaktur Indonesia dan sentimen global.
Jogja Run'nShine 2026 menargetkan 3.500 pelari dengan konsep sporty & artsy. Event digelar 18-20 September di Jogja.
Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas akan menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi kuota haji pada 11 Agustus 2026 di PN Jakarta Pusat.
Korea Utara menolak tuduhan ancaman siber dari AS dan menyebutnya sebagai propaganda untuk merusak citra Pyongyang.
BMKG menyebut El Nino 2026 telah masuk kategori kuat dan berpotensi menjadi sangat kuat, memicu kemarau lebih panjang di sejumlah wilayah Indonesia.
Dinsos Bantul menargetkan 5.112 KPM PKH graduasi pada 2026 melalui pendampingan agar mampu mandiri dan tidak lagi bergantung pada bansos.