Delapan Belas Bulan dalam Capaian dan Pekerjaan Rumah
Presiden Prabowo memaparkan capaian dan pekerjaan rumah Kabinet Merah Putih setelah 18 bulan pemerintahan, dari pangan hingga digitalisasi.
Ilustrasi pelayanan di PT Pos Indonesia belum lama ini./Bisnis Indonesia-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, JAKARTA - Guna memenuhi layanan pengiriman ke luar negeri baik dokumen maupun barang, PT Pos Indonesia (Persero) meluncurkan Quick International Xpress (QIX).
"QIX adalah layanan kiriman premium yang mengedepankan waktu pengiriman dan keamanan kiriman berskala Internasional. Product Service ini diharapkan dapat menunjang pelaku bisnis guna merambah pangsa pasar Internasional, sehingga mempercepat proses pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19," ujar Direktur Bisnis Jasa Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Hariadi dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (5/11/2020).
Ia mengatakan diluncurkannya layanan itu seiring dengan permintaan terhadap jasa pengiriman barang saat pandemi yang mengalami kenaikan sebagai dampak dari terbatasnya aktivitas masyarakat di luar rumah.
Ia menyampaikan penanganan kiriman QIX dilakukan secara khusus sehingga kiriman dapat lebih cepat sampai ke tangan penerima.
Ia menambahkan Qix juga menyediakan ganti rugi apabila kiriman terlambat, rusak atau hilang, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada saat ini, kiriman Qix tersedia hampir di seluruh kota besar di Indonesia.
Hariadi mengemukakan, ada 18 negara yang masuk dalam cakupan wilayah pengiriman QIX, diantaranya Singapore, Hongkong, China, Korea, Taiwan, Vietnam, Italia, Prancis, Jerman, Belanda, Inggris serta negara Timur Tengah hingga Afrika Selatan.
Sebelum QIX diluncurkan, ia mengatakan, Pos Indonesia sudah mempunyai layanan pengiriman ke luar negeri yang punya cakupan jaringan ke lebih dari 200 negara, yaitu EMS (Express Mail Service) dan Pos Ekspor.
Guna menjamin kualitas layanan premium dari Pos Indonesia, lanjut dia, setiap pengiriman QiX akan mendapatkan "Money Back Guarantee" dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
"Sama seperti pengiriman pada umumnya, pelanggan harus menyertakan nomor telepon penerima dan pengirim, isi kiriman dan nilai barang itu sendiri," kata Hariadi.
Ia menambahkan dengan meluncurkan produk ini, Pos Indonesia ingin membantu para pebisnis di Indonesia untuk melalukan ekspor dimana hal ini akan berdampak pada peningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia itu sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo memaparkan capaian dan pekerjaan rumah Kabinet Merah Putih setelah 18 bulan pemerintahan, dari pangan hingga digitalisasi.
Penelitian mengungkap keterikatan emosional terhadap mantan pasangan bisa bertahan lama. Rata-rata seseorang membutuhkan sekitar empat tahun agar perasaan itu b
Piala Dunia 2030 terancam boikot negara-negara Eropa setelah UEFA mengecam rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial turnamen
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah mengalahkan wakil Taiwan Sheng-Ming Lin/Sung Yi-Hsuan 21-16,
PSS Sleman memastikan mayoritas pemain dalam kondisi fit jelang Super League 2026/2027. Hanif Sjahbandi segera kembali ke Sleman setelah menjalani pemulihan ced