Airlangga Sebut Insentif EV Dikaitkan dengan Kendaraan Nasional
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Terawan Agus Putranto (tengah) menyimak pertanyaan dari wartawan terkait dua WNI yang positif terkena virus Corona di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Senin (2/3/2020). /Suara.com-Angga Budhiyanto
Harianjogja.com, JAKARTA- Keberadaan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dipertanyakan lantaran jarang tampil di publik. Menanggapi banyak pertanyaan soal keberadaan Terawan, terutama selama pandemi Covid-19, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian, mengatakan Terawan sedang fokus menjalankan tugas.
"Jadi kita maklumi saja, beliau (Terawan) sekarang sibuk. Karena pandemi ini kan membutuhkan konsentrasi penuh 24 jam per hari untuk mengurusi wabah ini," ujar Donny, Selasa (29/9/2020).
Baca juga: Pemda Sleman Mulai Sosialisasi Rusunawa Gemawang untuk Tampung Pasien Covid-19
"Jadi beliau saya kira berfokus pada bagaimana meningkatkan testing tracing dan treatment itu saja," Donny menambahkan.
Menurut Donny wajar jika kemudian Terawan tak memiliki waktu untuk melayani permintaan wawancara media, termasuk menghadiri undangan tampil di acara televisi.
Lagi pula, untuk urusan komunikasi publik, pemerintah telah menunjuk juru bicara penanganan Covid-19 yaitu Wiku Adisasmito.
"Jadi saya kira. tidak ada masalah. Toh sekarang sudah ada juru bicara Covid pak Wiku yang ditunjuk. Yang bicara ke publik kan Prof Wiku cukup," katanya.
Baca juga: Menkes Terawan Susah Dicari, Ini Wawancara Terbarunya dengan Oxford
Saat ini, pemerintah sedang mendapat banyak sorotan dalam penanganan pandemi. Covid-19 telah menjangkiti 282.724 warga Indonesia, 61.686 orang di antaranya dirawat, 210.437 orang sembuh, dan 10.601 jiwa meninggal dunia.
Pemerintah baru berhasil memeriksa 3.276.402 spesimen dari 1.962.754 orang yang diperiksa sejak Maret 2020, sedangkan jumlah penduduk Indonesia adalah 273.642.512 orang.
Puncak pertanyaan publik mengenai keberadaan Terawan terjadi ketika presenter Najwa Shihab mewawancarai kursi kosong yang disediakan program Mata Najwa untuk menteri kesehatan, kemarin malam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Rusia mendukung program nuklir Korea Utara dan menolak seruan denuklirisasi Semenanjung Korea karena meningkatnya ketegangan kawasan.
Kejagung menyiapkan kantor sementara dan pejabat struktural untuk operasional tujuh Kejari baru yang dibentuk melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2026.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.
Polresta Jogja mulai memeriksa lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 korban anak.