Prabowo Tuding Koruptor hingga Mafia Terlibat Kerusuhan Agustus

Newswire
Newswire Rabu, 16 September 2026 17:57 WIB
Prabowo Tuding Koruptor hingga Mafia Terlibat Kerusuhan Agustus

Presiden Prabowo Subianto/Bisnis Indonesia

Harianjogja.com, JAKARTA— Presiden Prabowo Subianto menyoroti kerusuhan yang terjadi dalam rangkaian demonstrasi Agustus di Jakarta. Prabowo menduga insiden tersebut dilatarbelakangi pihak-pihak yang menentang pemerintah Indonesia.

Ketika ditanya mengenai insiden anarkisme di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/9/2026), Prabowo mengklaim terdapat keterlibatan pihak-pihak yang disebutnya sebagai koruptor dan pelaku praktik underinvoicing dalam pengerahan kelompok massa untuk memicu kerusuhan setelah demonstrasi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat pada Kamis (27/8).

“Sudah jelas koruptor-koruptor tidak suka. Itu satu. Kedua, saya juga katakan selama ini tiga puluh tahun lebih kekayaan kita ini menurut saya diselewengkan oleh praktik underinvoicing,” klaim Prabowo.

Pemerintah Selidiki Penggerak Kerusuhan

Prabowo menegaskan pemerintah Indonesia akan menggunakan kewenangan untuk menindak pihak yang menyebabkan kekacauan di Jakarta. Dia juga menyampaikan bahwa sejumlah kelompok disebut dibayar untuk memicu kekacauan setelah demonstrasi sipil.

“Saya menilai bahwa ini sudah membahayakan negara, saya akan menggunakan semua wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada saya oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 untuk menyelamatkan negara, menegakkan hukum, menjaga perdamaian,” tegas Prabowo.

Menurut Prabowo, pemerintah sedang menyelidiki pihak yang menjadi penggerak kerusuhan dalam demonstrasi sipil di Jakarta. Selain menyinggung koruptor dan praktik underinvoicing, dia juga menyoroti dugaan keterlibatan mafia dalam pengerahan kelompok massa.

“Saya tetap katakan kalau kita mau tertib. Yang menikmati ketidaktertiban siapa? Iya kalau kita mau berantas narkoba, memangnya mafia narkoba akan diam?” tekan Prabowo.

Prabowo Singgung Kekayaan Alam Indonesia

Prabowo kemudian memaparkan persoalan yang menurutnya membuat Indonesia menghadapi masalah kompleks, salah satunya karena negara memiliki sumber daya alam dan komoditas nasional di berbagai sektor.

Dia menyebut terdapat elit dan oposisi pemerintah yang berkompetisi untuk mengontrol serta menyebabkan destabilisasi Indonesia.

“Ini adalah kenyataan. Narkoba ini sangat berbahaya dan sudah masuk ke elit. Jadi, masalah Indonesia ini masalah yang sangat rumit karena kita negara kaya. Dari dulu ratusan tahun, kita didatangi karena kekayaan kita. Sekarang, semua ada di kita sekarang,” tambah Prabowo.

Soroti Praktik Underinvoicing 34 Tahun

Prabowo juga menegaskan tidak akan membiarkan praktik underinvoicing yang disebutnya telah berlangsung selama 34 tahun terus terjadi di Indonesia.

Menurut dia, praktik tersebut berisiko menghambat Indonesia menjadi negara yang makmur. Pembenahan kebocoran akibat underinvoicing disebutnya sebagai bagian dari tanggung jawab sebagai presiden.

"Selama 34 tahun ini, kekayaan kita diselewengkan oleh prakter underinvoicing, intinya adalah laporan palsu. Jadi dia ekspornya yang dikirim 100 ton, tapi lapornya 50 ton. Dalam 34 tahun, kita hilang Rp15 triliun," ungkapnya, Rabu (16/9/2026).

Prabowo mengatakan data mengenai praktik underinvoicing tersebut baru muncul setelah dirinya menjabat sebagai presiden. Dia menduga praktik itu dapat terjadi akibat lemahnya pengawasan dan kemungkinan adanya pihak yang bermain di dalam negeri.

"Ini bukan soal berani atau tidak berani, data ini keluar setelah saya menjadi presiden. Jadi di dalam negeri bisa pat gulipat, mungkin [oknum] bea cukai disogok, lembaga lain disogok, atau..." kata Prabowo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online