Demo Besar di Eropa Meluas, Biaya Hidup hingga Perumahan Jadi Pemicu
Demonstrasi meluas di Eropa sejak September 2026. Krisis pendidikan, biaya hidup, perumahan, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah memicu aksi di sejumlah negar
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Ada-ada saja ulah pecandu minuman keras di Papua.
Personel TNI Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG), Pos Kotis Yonif 312/Kala Hitam menggelar sweeping terhadap pengguna jalan yang melintas di Kampung Senggi, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, Sabtu (5/9/2020) malam.
Sweeping dilakukan guna meminimalisir peredaran minuman keras di wilayah Kabupaten Keerom, Papua.
Dansatgas Pamtas Yonif 312/KH Letkol Inf Dedy Ariyanto menuturkan, razia dilakukan dengan menghentikan pengendara kendaraan bermotor yang melintas dan memeriksa barang bawaan pengendara.
"Kegiatan serupa akan terus dilakukan sehingga dapat menekan terjadinya berbagai tindak kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas sebagai akibat dari penggunaan miras,” kata Dedy dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (6/9/2020).
Di kesempatan yang sama, Kapten Inf Puriadi Mardan yang memimpin langsung kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan sweeping kali ini Satgas bekerja sama dengan personel dari Polsek Senggi dan Koramil Senggi. Menurutnya, dalam kegiatan sweeping tersebut petugas mendapatkan empat orang jalan yang membawa miras.
"Miras untuk dikonsumsi selama perjalanan, hal ini tentu saja sangat berbahaya baik bagi diri sendiri maupun orang lain," tutur Puriadi.
Setelah diberikan pengertian dan penjelasan ihwal bahaya miras, sambung Puriadi, empat orang tersebut langsung mengerti. Menurutnya, dengan kesadaran mereka sendiri akhirnya minuman keras yang mereka bawa dibuang.
"Selain melakukan sweeping miras, Satgas Pamtas Yonif 312/KH juga akan melakukan pendekatan dengan semua elemen masyarakat agar senantiasa membantu aparat keamanan dalam menekan angka kriminalitas dengan cara turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungannya," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di Okezone.com berjudul "Anggota TNI Perbatasan Pergoki Warga Tenggak Miras Sambil Berkendara"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Demonstrasi meluas di Eropa sejak September 2026. Krisis pendidikan, biaya hidup, perumahan, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah memicu aksi di sejumlah negar
Industri plastik nasional tertekan produk impor China. Inaplas mencatat produksi polyethylene turun menjadi 1,8 juta ton.
UGM dan Foodbank of Indonesia mengumpulkan 47 pemuda dalam RPOM Summit 2026 untuk mengembangkan inovasi dan potensi pangan lokal.
PSIM Jogja telah menentukan pelatih baru. Guntur Cahyo Utomo menyerahkan data pemain dan analisis tim untuk mempercepat proses transisi.
Pengurus Golkar tingkat kapanewon mendesak Musda Gunungkidul segera digelar setelah tertunda hampir setahun sejak dijadwalkan pada November 2025.
Kapolda DIY Langgeng Purnomo meminta maaf atas penggunaan gas air mata dan water cannon saat pengamanan demo Sumpah Pemuda di Malioboro.