Indonesia Hanya Punya 66 Dokter Aritmia untuk 280 Juta Penduduk
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA--Perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat Moderna Inc berencana menetapkan harga vaksin Covid-19 sebesar 50-60 dolar AS (sekitar Rp720.000-860.000) per paketnya. Hal diungkap sejumlah sumber sebagaimana dikutip Reuters dari Financial Times, Selasa (28/7/2020).
Harga yang ditetapkan Moderna Inc untuk satu paket berisi dua dosis vaksin lebih mahal 11 dolar AS (sekitar Rp159.000) dari vaksin yang dijual oleh Pfizer, perusahaan farmasi AS. Pfizer bersama perusahaan bioteknologi asal Jerman, BioNTech, menjual vaksin seharga 39 dolar AS (sekitar Rp564.000) ke Pemerintah AS.
Sejumlah pengamat mengatakan harga jual yang disepakati Pfizer dan BioNTech bersama Pemerintah AS akan menyulitkan produsen vaksin lainnya untuk menetapkan harga sama. Pfizer dan BioNTech telah menyepakati penjualan vaksin Covid-19 untuk 50 juta pasien senilai dua miliar dolar AS (sekitar Rp28,9 triliun).
BACA JUGA : Vaksin Corona China Mulai Disuntikkan ke Sukarelawan
Harga vaksin yang ditetapkan Moderna Inc akan berlaku untuk AS dan negara-negara berpendapatan tinggi lainnya, demikian menurut laporan yang dikutip oleh Financial Times.
Seorang juru bicara Moderna mengatakan perusahaan masih membahas kemungkinan pengadaan vaksin yang disebut dengan mRNA-1273 dengan sejumlah negara. Namun, ia tidak menyebutkan informasi mengenai harga jual vaksin mengingat "aspek kerahasiaan isi pertemuan dan kontrak bisnis".
Harga akhir untuk vaksin buatan Moderna masih belum ditentukan, kata seorang narasumber yang mengetahui masalah tersebut.
BACA JUGA : Uji Klinis Vaksin Corona Buatan China Tahap Tiga
Pfizer, Moderna, dan Merck & Co mengatakan mereka berencana mencari keuntungan dari penjualan vaksin, sementara produsen vaksin lainnya, Johnson & Johnson mengumumkan rencana harga vaksin ditetapkan tanpa pertimbangan mencari untung.
Sementara itu, AstraZeneca Plc sepakat untuk menyediakan 300 juta dosis calon vaksin sebagai timbal balik atas dukungan dana sebesar 1,2 miliar dolar AS (sekitar Rp17,36 triliun) yang dibayar di muka.
Dengan demikian, harga vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca sebesar 4 dolar AS (sekitar Rp57.000) per dosisnya.
Pemerintah AS menyiapkan hampir satu miliar dolar AS (sekitar Rp14,47 triliun) untuk mendukung penelitian dan pengembangan calon vaksin buatan Moderna Inc.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.
Pemprov Jateng menyalurkan 75,4 juta liter air bersih ke 33 kabupaten/kota untuk membantu warga terdampak kekeringan.