Jogja Cultural Festival 2026 Padukan Budaya dengan Teknologi dan AI
Jogja Cultural Festival 2026 memadukan budaya Jogja dengan teknologi dan AI serta menyasar generasi Z dan Alpha.
Cuitan ferninand soal klepon. /@twitter.
Harianjogja.com, JOGJA--Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean turut berkomentar soal makanan tradisional klepon tidak islam yang tengah ramai dibicarakan. Ferdinand berpendapat bahwa klepon justru melambangkan kelembutan dan memiliki makna yang baik.
Dengan mengutip sebuah pepatah bahasa Jawa, Ferdinand mengartikan bahwa kue tradisional klepon merupakan petunjuk dalam keprihatinan.
Ia berpendapat bahwa kue tradisional berbalut parutan kelapa ini memiliki makna dari simbol-simbolnya untuk kehidupan.
BACA JUGA : Heboh Klepon Disebut Jajanan Tidak Islami, Warganet
"Klepon = Kanti lelaku pesti ono. Dengan laku "prihatin" pasti ada jalan keluar. Klepon adalah lambang kelembutan, ketepatan, kesabaran, keuletan serta ketelitian," tulis Ferdinand yang mengaku mendapat makna klepon itu dari sebuah grup WhatsApp pada Rabu (22/7/2020).
Jika dilihat dari cara pembuatan klepon, memang dibutuhkan kesabaran dan keuletan seperti yang dimaknai oleh politisi asal Sumatera Utara itu.
Adonan klepon harus diuleni hingga lembut yang usahanya membutuhkan kesabaran. Selain itu, keuletan dan ketelitian juga dibutuhkan agar adonan tidak terlalu kering tapi juga tidak terlalu lembek.
BACA JUGA : Tifatul Sembiring Sebut Isu "Klepon Islami" Persis
Sementara itu, kue klepon baru-baru ini memang tengah menjadi perbincangan hangat lantaran munculnya sebuah gambar dengan narasi bahwa klepon bukan merupakan jajanan islami.
Gambar yang tersebar di sosial media tersebut tertulis "Kue klepon tidak Islami. Yuk tinggalkan jajanan yang tidak Islami dengan cara membeli jajanan Islami, aneka kurma yang tersedia di toko syariah kami..".
Masih belum jelas darimana dan siapa pembuat gambar tersebut. Namun, di bagian bawah tertulis nama "Abu Ikhwan Azis".
Unggahan itu pun menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan. Ada yang menanggapinya secara serius, ada pula yang menganggapnya sebagai bahan candaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Jogja Cultural Festival 2026 memadukan budaya Jogja dengan teknologi dan AI serta menyasar generasi Z dan Alpha.
Stasiun Geofisika Manado mencatat 515 gempa tektonik guncang Sulawesi Utara selama Agustus 2026. Gempa terbesar capai magnitudo 6,5.
Jadwal DAMRI dari YIA Jumat 18 September 2026 tersedia ke lima tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Ratusan siswa SMKN 1 Boyolangu Tulungagung mengeluh diare usai santap menu MBG. Dinkes amankan sampel makanan untuk uji laboratorium.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat 18 September 2026 melayani 24 perjalanan rute Stasiun Tugu-YIA PP. Cek jam keberangkatan dan waktu tempuhnya.
Forum Warek Akademik Perguruan Tinggi se-Indonesia 2026 di Unhas fokus membahas mitigasi kecurangan SNPMB dan empat isu strategis.