Prabowo - Narendra Modi Resmikan Kolaborasi Konservasi Candi Prambanan
Prabowo dan Narendra Modi meluncurkan kolaborasi Indonesia-India untuk konservasi Candi Prambanan, termasuk revitalisasi candi perwara.
Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp46 miliar, Nurhadi menghindari wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/6/2020). KPK menangkap Nurhadi yang merupakan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) dan menantunya, Riezky Herbiyono di Simprug, Jakarta Selatan pada Senin (1/6/2020) malam setelah buron sejak hampir empat bulan lalu. /ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra.
Harianjogja.com, JAKARTA--Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta KPK menggali potensi keterlibatan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, dalam kasus lain. Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, telah ditangkap KPK, Senin (1/6/2020) malam di salah satu rumah di Simprug, Jakarta Selatan, setelah ditetapkan dalam status daftar pencarian orang sejak pertengahan Februari 2020.
"Penangkapan Nurhadi dan Rezky ini pada mulanya merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada 2016 yang melibatkan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution dan mantan Presiden Komisaris PT Lippo Group Eddy Sindoro," kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (2/6/2020).
Dalam perkara itu, kata dia, diduga Nurhadi juga mengambil peran penting. Setidaknya ada beberapa temuan yang mengarahkan dugaan keterlibatan Nurhadi.
"KPK sempat menggeledah rumah Nurhadi pada April 2016 lalu. Dalam kegiatan itu, KPK menemukan uang senilai Rp1,7 miliar dan beberapa dokumen perkara. Tentu hal ini relevan untuk digali kembali untuk mencari dugaan keterlibatan Nurhadi," ujar dia.
Selanjutnya pada Januari 2019, dalam persidangan dengan terdakwa Eddy Sindoro, staf legal PT Artha Pratama Anugrah, Wresti Kristian, mengatakan mantan presiden komisaris PT Lippo Group itu sempat memintanya untuk membuat memo yang ditujukan kepada Nurhadi.
"Adapun memo ini terkait dengan perkara hukum sejumlah perusahaan yang terafiliasi dengan Eddy Sindoro. Dalam dakwaan Eddy Sindoro, nama Nurhadi sempat muncul karena komunikasi yang dilakukan dengan Edy Nasution," kata Ramadhana.
Saat itu, Nurhadi meminta agar berkas perkara PT Across Asia Limited segera dikirim ke Mahkamah Agung. Padahal perkara tersebut diketahui dijadikan bancakan korupsi oleh Nasution dengan menerima suap dari mantan presiden komisaris PT Lippo tersebut.
Selain itu, ICW juga meminta KPK menelusuri keberadaan pihak lain yang diduga terkait dengan Nurhadi. "Proses penanganan perkara yang dilakukan oleh KPK terhadap mantan sekretaris MA ini kerap kali menemui jalan terjal. Utamanya perihal dugaan keterlibatan beberapa pihak yang sulit untuk dimintai keterangannya oleh KPK," ujar dia.
Dalam catatan ICW, setidaknya ada tiga pihak yang hingga saat ini tidak kooperatif memenuhi panggilan KPK sebagai saksi. Pertama, Royani yang merupakan sopir Nurhadi.
"Diduga kuat Royani yang berstatus sebagai supir pribadi dari Nurhadi mengetahui dugaan keterlibatan mantan sekretaris MA ini dengan perkara yang menyeret mantan panitera Pengadilan Jakarta Pusat. Dalam hal ini KPK telah memanggil yang bersangkutan sebanyak dua kali," katanya.
Kedua, ajudan Nurhadi. Empat ajudan Nurhadi diduga mengetahui adanya transaksi antara mantan pegawai PT Artha Pratama Anugerah yang merupakan anak perusahaan Lippo Group dengan Nurhadi. "Diketahui pada Desember 2018, KPK telah melakukan panggilan kedua terhadap empat anggota Polri yang menjadi ajudan dari Nurhadi," kata Ramadhana.
Ketiga, Rizqi Aulia Rahmi yang merupakan anak Nurhadi. "Anak dari Nurhadi ini dipandang mengetahui konteks perkara yang menjerat Nurhadi serta suaminya, Rezky Herbiyono. Yang bersangkutan diketahui telah dua kali mangkir dari panggilan KPK," katanya.
Untuk itu, ICW juga meminta pimpinan KPK lebih baik tidak larut dengan euforia penangkapan Nurhadi dan Herbiyono itu. "Sebab, masih ada buronan lain yang tak kalah penting untuk segera ditangkap, di antaranya Harun Masiku, Samin Tan, Sjamsul Nursalim, Itjih Nursalim, Izil Azhar, dan Hiendra Soenjoto," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo dan Narendra Modi meluncurkan kolaborasi Indonesia-India untuk konservasi Candi Prambanan, termasuk revitalisasi candi perwara.
Mahasiswa perlu mendapatkan pemahaman SNI dan mendorong lulusan memiliki sertifikat kompetensi agar siap bersaing di dunia kerja.
Kimaya Sudirman Yogyakarta by HARRIS kembali menghadirkan berbagai penawaran spesial bagi pasangan yang ingin mewujudkan pernikahan impian.
Said Iqbal mengusulkan penghapusan pajak JHT, THR, dana pensiun, dan pesangon kepada Menteri Keuangan demi meningkatkan kesejahteraan buruh.
PM India Narendra Modi berjanji kembali ke Indonesia sebelum 2029 untuk meresmikan Candi Prambanan setelah restorasi bersama rampung.
Pemkab Kulonprogo menggabungkan Disdag dan DisperinkopUKM mulai Januari 2027 demi meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan.