Proteksi Berlapis, Mandiri Perkuat Keamanan Transaksi Digital

Newswire
Newswire Rabu, 08 Juli 2026 14:47 WIB
Proteksi Berlapis, Mandiri Perkuat Keamanan Transaksi Digital

Foto iustrasi transaksi dibuat dengan artificial intelligence.

Harianjogja.com, JAKARTA— Bank Mandiri memperkuat sistem keamanan transaksi digital melalui penerapan proteksi berlapis di seluruh ekosistem layanannya. Langkah tersebut menjadi bagian dari kampanye Nyaman Bersama Mandiri yang menitikberatkan pada perlindungan data, keamanan transaksi, serta kenyamanan nasabah di tengah meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital.

Strategi tersebut juga mendukung implementasi program Danantara CX100, standar pelayanan BUMN yang menempatkan aspek kemudahan, keandalan, kenyamanan, dan rasa aman sebagai indikator utama kualitas layanan kepada pelanggan.

Melalui pesan Transaksinya Terjaga, Bank Mandiri mengintegrasikan berbagai teknologi keamanan pada aplikasi digital, platform bisnis, hingga instrumen pembayaran agar seluruh aktivitas finansial nasabah tetap berada dalam kendali pengguna.

Direktur Operations Bank Mandiri, Timothy Utama, mengatakan kenyamanan bertransaksi saat ini tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fitur, tetapi juga oleh tingkat keamanan yang dirasakan nasabah.

Menurutnya, Bank Mandiri membangun pengalaman layanan berdasarkan tiga prinsip utama, yakni Simple, Effective, dan Care, yang diwujudkan melalui konsep Service yang me-Menangkan.

"Dulu, kompetisi perbankan banyak berbicara soal produk dan fitur. Kini, nasabah semakin cerdas dan menilai kualitas layanan dari pengalaman yang mereka rasakan. Karena itu, kami membangun pengalaman layanan yang berlandaskan tiga prinsip utama yaitu Simple, agar setiap layanan mudah diakses, Effective agar setiap kebutuhan terselesaikan secara optimal dan Care, agar setiap interaksi mencerminkan kepedulian kepada nasabah,” terang Timothy, Rabu (8/7/2026).

Bank Mandiri menerapkan sistem keamanan yang berbeda sesuai karakteristik setiap layanan digital. Pada aplikasi Livin' by Mandiri, nasabah memperoleh perlindungan melalui fitur login biometrik berbasis face recognition. Aplikasi ini juga dibekali smart protection yang dapat mendeteksi aktivitas berisiko dan membatasi akses secara otomatis ketika perangkat berada dalam kondisi tertentu, seperti saat menerima panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal.

Sementara itu, Kopra by Mandiri untuk segmen korporasi menggunakan sistem multi-layer authorization dengan autentikasi token berbasis pemindaian kode QR.

Di sisi lain, Livin' Merchant yang telah digunakan sekitar 3,3 juta merchant menerapkan verifikasi berlapis berupa kata sandi khusus, pengenalan wajah, serta PIN untuk menjaga keamanan transaksi para pelaku usaha.

Timothy menegaskan seluruh layanan tersebut berada dalam satu ekosistem yang saling terintegrasi sehingga memberikan pengalaman transaksi yang lebih aman sekaligus meminimalkan potensi akses ilegal terhadap data nasabah.

“Seluruh infrastruktur tersebut terhubung dalam satu ekosistem layanan yang terintegrasi sehingga memungkinkan nasabah mengakses layanan perbankan secara lebih mudah, aman, dan nyaman. Inilah esensi dari Service yang me-Menangkan, menghadirkan layanan yang selalu siap mendampingi nasabah di setiap kebutuhan mereka,” lanjut Timothy.

QRIS Tap NFC Diperkuat

Tidak hanya pada aplikasi, Bank Mandiri juga memperkuat perlindungan pada instrumen pembayaran fisik. Produk Mandiri Kartu Debit dan Mandiri Kartu Kredit telah menggunakan teknologi EMV Chip, PIN enam digit, serta sistem 3D Secure berbasis One-Time Password (OTP) untuk meningkatkan keamanan transaksi belanja daring.

Bank Mandiri juga menghadirkan fitur QRIS Tap berbasis teknologi Near Field Communication (NFC). Melalui fitur ini, nasabah cukup menempelkan ponsel ke mesin EDC maupun gerbang transportasi publik seperti MRT Jakarta dan Commuter Line untuk menyelesaikan pembayaran.

Untuk transaksi di platform e-commerce, tersedia Mandiri Debit Virtual yang menggunakan mekanisme tokenisasi sehingga nomor asli kartu debit tidak ditampilkan kepada merchant. Nasabah juga dapat mengatur limit transaksi, mengganti PIN, maupun memblokir kartu secara mandiri melalui aplikasi Livin' by Mandiri.

Layanan Digital Bertumbuh

Komitmen memperkuat keamanan digital berjalan seiring meningkatnya penggunaan layanan Bank Mandiri. Hingga kuartal I/2026, aplikasi Livin' by Mandiri telah memiliki 39 juta pengguna dengan volume transaksi mencapai 1,24 miliar transaksi. Sebanyak 99,2% transaksi ritel nontunai Bank Mandiri kini dilakukan melalui kanal digital.

Peningkatan kualitas layanan juga tercermin dari capaian Service Excellence Survey 2025 sebesar 93,08, melampaui target 90,00. Selain itu, Customer Satisfaction Score (CSS) mencapai 86,69.

Atas berbagai inovasi tersebut, Bank Mandiri memperoleh penghargaan Best Company in Indonesia versi TIME Asia-Pacific's Best Companies 2026 dan Digital Bank of The Year dari The Asset Triple A Awards.

Ke depan, Bank Mandiri akan terus mengembangkan sistem keamanan digital melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mempelajari pola transaksi serta mendeteksi potensi anomali sejak dini sebagai langkah pencegahan terhadap fraud.

“Nyaman Bersama Mandiri bukan sebatas kampanye, melainkan komitmen yang kami bangun setiap hari dalam setiap interaksi dengan nasabah," pungkas Timothy.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online