Beasiswa Santri Baznas 2026 Dibuka untuk 2.500 Santri Dhuafa
Beasiswa Santri Baznas 2026 dibuka untuk 2.500 santri dhuafa berprestasi. Setiap penerima mendapat bantuan Rp4 juta dan pembinaan.
Foto Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Virus corona disebut-sebut bermula dari Wuhan China. Kini virus ini telah menyebar hampir ke seluruh dunia, menginfeksi puluhan ribu orang dan mematikan ribuan lainnya. Namun siapakah orang pertama yang terjangkit virus corona baru ini?
Menurut Business Insider, data pemerintah China menunjukkan kasus pertama virus corona baru muncul pada 17 November 2019.
Tak sampai akhir Desember 2019, para pejabat China menyadari bahwa mereka sedang menghadapi virus baru.
Namun, The Wall Street Journal melaporkan bahwa pemerintah China melarang membagikan informasi ini ke publik.
Sementara itu, The Washington Post mengungkapkan, dari data tersebut menunjukkan bahwa virus pertama kali menginfeksi seorang pria berusia 55 tahun dari Provinsi Hubei China.
Namun, identitas \'pasien nol\' tersebut masih belum dikonfirmasi dan belum lengkap.
Pada 31 Desember 2019, otoritas kesehatan China kemudian melaporkan kasus pertama COVID-19 kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Sebuah tim peneliti kemudian memaparkan bukti bahwa orang pertama yang dikonfirmasi positif terkena corona tercatat pada tanggal 8 Desember 2019.
Sedangkan penelitian yang dilakuka The Lancet pada bulan Januari menemukan bahwa orang yang pertama kali terkena virus tercatat pada tanggal 1 Desember 2019.
Sementara itu, penelitian yang dilakukan oleh tm peneliti penyakit menular dari China menemukan bahwa pembicaraan mengenai istilah yang berkaitan dengan virus corona telah beredar melalui media sosial WeChat sekitar dua minggu sebelum pemerintah mengumumkan kasus pertama.
"Temuan ini mungkin mengindikasikan bahwa virus corona mulai beredar beberapa minggu sebelum kasus pertama secara resmi dikonfirmasi," catat Business Insider, Holly Secon.
Penemuan ini membuka peluang bahwa temuan awal dari virus corona memang terjadi pada awal November.
"Kami tidak tahu siapa pasien nol pertama itu, mungkin di Wuhan, dan itu masih menyisakan banyak pertanyaan yang tidak terjawab tentang bagaimana wabah itu dimulai dan bagaimana awalnya menyebar. " kata Sarah Borwein, seorang dokter di Pusat Kesehatan Medis Pusat Hong Kong kepada The Post.
Bagi para ahli menemukan pasien nol bukan hanya masalah menggali data dan melakukan penelitian, ini adalah perlombaan melawan waktu. Terlebih, jumlah infeksi yang terus meningkat menyulitkan para peneliti untuk mengidentifikasi \'pasien nol\' dan daerah-daerah yang terpapar virus paling lama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Beasiswa Santri Baznas 2026 dibuka untuk 2.500 santri dhuafa berprestasi. Setiap penerima mendapat bantuan Rp4 juta dan pembinaan.
Kebakaran Desa Adat Sade di NTB menimbulkan kerugian Rp33,84 miliar dan berdampak pada 320 pelaku pariwisata.
Regol Ayom Malioboro disorot setelah lansia berkursi roda kesulitan melintas. Dishub DIY menyebut penerapannya masih dalam tahap uji coba.
Israel mengeluarkan perintah penyitaan 37,5 dunam tanah Palestina di Tepi Barat untuk memperluas situs militer yang sudah ada.
Gus Kikin terpilih menjadi Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, silsilah, pendidikan, perjalanan bisnis, hingga kiprahnya di NU.
BNI menghadirkan beragam penawaran bagi nasabah yang ingin menyaksikan konser Andrea Bocelli Romanza – 30th Anniversary World Tour di Indonesia