AS Cabut Larangan TikTok di Perangkat Pemerintah Federal
Departemen Kehakiman AS menyatakan aturan yang mewajibkan penghapusan TikTok dari perangkat pemerintah federal tidak lagi berlaku untuk versi terbaru aplikasi.
Mendikbud Nadiem Makarim. /Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo telah menyerukan pada seluruh warga agar bekerja dan belajar di rumah guna menghindari penyebaran Virus Corona atau Covid-19. Meski demikian, masih banyak warga yang berkativitas di luar rumah.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menanggapi fenomena masih banyak orang yang beraktivitas di luar rumah. Padahal pemerintah sudah mengimbau untuk belajar, beribadah, dan bekerja dari rumah demi mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.
Melalui video singkat yang dikirimnya kepada wartawan dari rumahnya, Nadiem menilai banyak orang yang sebenarnya bisa bekerja dari rumah saja, namun tetap keluar dari rumah.
"Halo selamat malam, ini Mas Menteri, melapor dari rumah, hari Senin 16 Maret. Saya masih melihat banyak sekali masyarakat yang sebenarnya mampu bekerja dari rumah, masih saja beraktivitas dari luar rumah," kata Nadiem dalam video berdurasi 1.13 menit itu.
Dia meminta masyarakat untuk tidak menganggap enteng virus corona COVID-19. Menurutnya virus asal China ini sudah menjadi Pandemi yang berbahaya bagi manusia di seluruh dunia.
"Virus corona bukan virus yang bisa diremehkan, ini virus berbahaya dengan tingkat penularan sangat cepat," ucapnya.
Sehingga, lanjut Nadiem, semua orang baik yang memiliki gejala terinfeksi virus corona atau tidak tetap harus mengikuti instruksi pemerintah, di rumah saja.
"Walaupun kita tidak punya gejala-gejala tapi kita masih saja bisa menjadi carrier dan menularkannya kepada orang-orang dengan kondisi kesehatan yang kurang memadai seperti orang-orang lanjut usia atau punya diabetes, hipertensi, dan berbagai macam kondisi kesehatan lainnya," jelas.
"Jadi ingat, setiap kali kita keluar rumah kita bisa mengancam nyawa orang lain," tegasnya.
Diketahui, per Senin (16/3/2020), Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto, mengumumkan bahwa kasus warga positif virus corona bertambah 17. Kini totalnya menjadi 134 kasus di Indonesia.
Yurianto mengatakan 14 dari 17 positif corona berasal dari Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Departemen Kehakiman AS menyatakan aturan yang mewajibkan penghapusan TikTok dari perangkat pemerintah federal tidak lagi berlaku untuk versi terbaru aplikasi.
Mitra pengemudi Grab menyebut penghasilan usai kebijakan komisi 8% dipengaruhi pola kerja, jam operasional, dan kondisi permintaan order.
Hotman Paris meminta Kapolri menjelaskan penetapan status tersangka Febrie Adriansyah dan mengajukan permohonan agar kliennya tidak ditahan.
Inggris finis di posisi ketiga Piala Dunia 2026, sementara Prancis menorehkan rekor melalui Kylian Mbappe dan Michael Olise usai drama 10 gol.
Iran menangguhkan komitmennya dalam Memorandum Islamabad setelah menuding Amerika Serikat melanggar kesepakatan damai yang dimediasi Pakistan.
Banjir di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyebabkan 450 warga mengungsi dan 60 orang sempat terjebak. Air kini mulai surut.